SERGAI,Sinarsergai.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) jensi Solar, Pertamax dan Pertalite di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai),Sumatera Utara (Sumut) tidak langka, namun setiap hari pengemudi kendaraan roda dua, tiga, empat, enam, delapan hingga dua belas, terlihat antri dari subuh hingga tengah malam. Pemandangan ini sudah 3 hari belakangan ini terjadi.
Berdasarkan hasil pantauan tim media online Sinarsergai.com di lapangan, distribusi BBM dari SPBU masih lancar dan masih banyak tersedia diberbagai SPBU yang ada di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, diantaranya di Desa Firdaus, Sei Rampah,Suka Damai, Sei Buluh dan Perbaungan. BBM juga masih mudah diperoleh ditingkat pengecer. Namun harganya sudah melambung tinggi.
Antrian panjang yang terjadi setiap hari di SPBU perlu dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian terhadap oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi untuk melakukan penimbunan dan menjual BBM ke tempat-tempat kilang padi, kebun dank e luar Sergai dengan harag yang cukup tinggi.
“Mobil-mobil yang setiaop hari antri perlu dilakukan pemeriksaan baik dokumen maupun kondisi fisiknya, sebab, jika mobil tersebut adalah milik perusahaan dan berulang kali melakukan pengisian, maka dipandang perlu untuk ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan oleh polisi.”
Jangan dikarenakan oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan, masyarakat kalangan bawah menjadi korban.Tegas Ketua Umum Aliansi Peduli Bersama Masyarakat Indonesia (ALISSS), di Kantornya di Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah, Sabtu (7/3/2026).
Polisi Diminta Tangkap Pedagang Jual Pertaliet Diatas HET
Terkait dengan kondisi antrian setiap hari di berbagai SPBU, Zuhari meminta pihak Pertamina melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di setiap SPBU. Sedangkan polisi diminta untuk segera melakukan razia terhadap pengecer-pengecer yang menjual BBM jenis Pertalite diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, saat ini masyarakat kalangan bawah sangat resah dikarenakan harga eceran BBM jenis Pertalite sudha mencapai Rp.20 ribu/liter bahkan Rp.25 ribu/liter. Polisi diharapkan gerak cepat dan menangkap pedagang eceran yang menjual BBM jenis Pertalite diatas Harag Eceran Tertinggi agar tidak merugikan masyarakat.(tim)













