Malam Ketiga Takziah Jenderal Try Sutrisno di Medan: Nilai Kebangsaan yang Menyala dari Pertemuan Singkat – Sinarsergai
Daerah

Malam Ketiga Takziah Jenderal Try Sutrisno di Medan: Nilai Kebangsaan yang Menyala dari Pertemuan Singkat

×

Malam Ketiga Takziah Jenderal Try Sutrisno di Medan: Nilai Kebangsaan yang Menyala dari Pertemuan Singkat

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com — Suasana khidmat menyelimuti ruang terbuka sederhana di Aobi Cafe, Jalan Singgalang, Medan, Rabu petang hingga malam (4/3/2026).

Di tengah bulan Ramadan, sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan mantan pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Sumatera Utara berkumpul dalam malam ketiga takziah wafatnya Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI ke-6 sekaligus sesepuh Dewan Harian Nasional (DHN) Angkatan 45.

Tak sekadar mengenang, pertemuan itu terasa seperti sebuah ruang batin untuk merawat kembali nilai-nilai kebangsaan yang pernah ditanamkan sang jenderal.

Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara sekaligus mantan Ketua Umum DHD 45 Sumut H. Nurdin Lubis, Guru Besar Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA, akademisi dan tokoh masyarakat Melayu Deli H. Syarifuddin Siba, mantan Sekretaris Umum DHD 45 Sumut Dr. H. Eddy Syofian, tokoh masyarakat H. Daudsyah, H. OK Zulkarnain, mantan Bendahara Umum DHD 45 Sumut Ir. Hj. Vivi Savitri, serta Elyuzar Siregar, SH, MHum.

Momen itu diawali dengan doa bersama, santunan kepada anak-anak yatim, serta berbuka puasa bersama. Namun di balik kesederhanaan acara, mengalir kenangan mendalam tentang pertemuan mereka dengan Try Sutrisno lebih dari satu dekade lalu.

Bagi sebagian besar yang hadir, kenangan itu bermula pada tahun 2014, ketika kepengurusan DHD 45 Sumatera Utara periode 2014–2019 dilantik langsung oleh Try Sutrisno selaku pimpinan DHN Angkatan 45.

“Pertemuan kami sebenarnya singkat, tetapi kesannya sangat kuat. Seolah ada kontak batin yang tidak mudah dilupakan,” ujar Nurdin Lubis mengenang.

Menurutnya, Try Sutrisno bukan hanya seorang negarawan besar, tetapi juga sosok yang mampu mentransfer nilai-nilai kebangsaan secara mendalam, bahkan dalam pertemuan yang relatif singkat.

“Beliau menanamkan semangat perjuangan 45, pentingnya menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai-nilai itu terasa hidup dalam pidato dan sikap beliau,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *