BANDA ACEH, Sinarsergai.com-Semangat peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 terasa begitu kental di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoknga pada Senin (13/04/2026). Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Aceh secara resmi menggelar Bazar Produk Karya Warga Binaan, sebuah ajang yang memamerkan hasil nyata dari ketekunan dan pembinaan kemandirian yang dilakukan di balik jeruji besi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran rutin, melainkan etalase bagi publik untuk melihat transformasi warga binaan menjadi individu yang produktif. Berbagai produk unggulan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Aceh memenuhi stand-stand bazar, mulai dari kerajinan tangan yang artistik, furnitur berkualitas, hingga produk kuliner khas daerah yang menggugah selera.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Peristiwa Br. Sembiring, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa setiap produk yang dipajang adalah bukti keberhasilan program pembinaan yang telah dijalankan dengan serius di seluruh UPT di Aceh.
“Apa yang kita lihat hari ini adalah pesan kuat kepada masyarakat bahwa tembok penjara bukanlah penghalang untuk berkarya. Produk-produk ini merupakan hasil dari proses panjang pembinaan kemandirian yang membekali warga binaan dengan keahlian nyata agar mereka siap kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Peristiwa Br. Sembiring dalam arahannya.
Suasana bazar tampak sangat hidup. Para pengunjung, yang terdiri dari tamu undangan serta masyarakat sekitar, terlihat memadati area pameran. Mereka tidak hanya sekadar melihat-lihat, tetapi juga aktif memborong hasil karya tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga binaan.
Antusiasme ini memberikan harapan baru bagi proses reintegrasi sosial para warga binaan. Kualitas produk yang dihasilkan terbukti mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu pengunjung yang hadir, Mustafa, yang datang membeli beberapa kerajinan rotan, mengaku terkesan dengan kerapian hasil karya tersebut.













