Dampaknya, lulusan tidak lagi sekadar siap kerja di tingkat nasional, tetapi memiliki benchmark kompetensi internasional, lebih kompetitif di pasar global, dan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di industri penerbangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Lebih lanjut, Kepala PPSDMPU menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan sejak tahun 2022 dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penerbangan.
“Capaian ini harus terus dipertahankan karena membuka peluang besar dalam memperkuat market trust dan memperluas market capture di tingkat global, sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan dengan jaminan mutu terbaik,” tambahnya.
Selain menerima penghargaan, Indonesia juga memanfaatkan forum ini untuk menggelar berbagai side meeting dengan negara anggota ICAO TRAINAIR PLUS guna menjajaki peluang kerja sama strategis. Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM penerbangan nasional agar selaras dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang.
Partisipasi aktif Indonesia dalam ICAO GISS 2026 sekaligus menegaskan peran sebagai Training Center of Excellence, serta memperkuat langkah diplomasi Indonesia dalam pencalonan sebagai anggota ICAO Council periode 2028.
Ke depan, PPSDMPU berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan yang unggul, inovatif, dan berstandar global guna mewujudkan ekosistem penerbangan yang aman, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung penerbangan dunia.
Zainal













