Kejatisu Telaah Laporan Dugaan Korupsi di Inalum, Tunggu Arahan Kajati – Laman 2 – Sinarsergai
Nasional

Kejatisu Telaah Laporan Dugaan Korupsi di Inalum, Tunggu Arahan Kajati

×

Kejatisu Telaah Laporan Dugaan Korupsi di Inalum, Tunggu Arahan Kajati

Sebarkan artikel ini

Selain itu, RCW menemukan indikasi penggunaan barang diduga palsu. Hal itu merujuk pada keterangan pihak Original Equipment Manufacturer (OEM) yang menyatakan suku cadang yang digunakan bukan produk asli.

“Bahkan name plate yang digunakan juga dinyatakan Palsu oleh Satuma OEM Meidensha,”terlampir Surat Terjemahan Tersumpah ke bahasa Indonesia ujarnya.

Meski demikian, barang tersebut tetap diterima dan digunakan dalam operasional. Sunaryo menilai hal itu mengindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang kesengajaan dan pembiaran dalam pengawasan.

RCW juga menyoroti dugaan praktik monopoli vendor. Berdasarkan data, vendor yang sama digunakan berulang kali dalam jangka panjang puluhan tahun, meski barang yang disuplai diduga tidak memenuhi standar keaslian yang telah ditegaskan melalui Surat SATUMA OEM Meidensha bahwa yang sesuai Gambar sebagai pedoman penerimaan barang adalah barang PALSU.

“Ini menunjukkan adanya pola keberpihakan dengan kesengajaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan praktik monopoli dalam pengadaan barang,” katanya.

Sunaryo menyebut, rangkaian temuan tersebut berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah dan terjadi secara berulang dimana BUMN adalah milik rakyat NKRI yang seharusnya menikmati keuntungan sesuai pidato Presiden Prabowo Subianto tujuannya untuk mensejahterakan rakyat bukan sebaliknya yang menikmati kekayaan BUMN adalah pejabat yang mewakili rakyat NKRI.

Atas dasar itu, RCW meminta penyidik untuk melakukan penyelidikan terhadap sejumlah pejabat terkait di lingkungan Inalum serta melakukan audit menyeluruh dengan melakukan pemanggilan Bambang Heru Prayoga selaku Senior Vice President Departemen Logistik dan Material Management, Jevi Amri sebagai Senior Vice President Departemen Pengadaan, Susyam Widodo sebagai Head of Department Seksi Maintenance, Poltak Pesta O Marpaung sebagai Vice President Smelter Logistic dan Port Operation Section, serta Masrul Ponirin sebagai Vice President Seksi Pengadaan Operasional.

“Kami berharap ini segera ditindaklanjuti agar permasalahan menjadi terang dan akuntabel,” tutupnya.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *