Pers yang benar-benar dihormati adalah pers yang setiap beritanya dapat dipertanggungjawabkan, setiap kritiknya memiliki dasar yang kuat, dan setiap sikapnya berpijak pada kepentingan publik.
Dalam posisi itu, Muhammad Edison Ginting tampaknya berhasil membangun citra bahwa wartawan tidak harus keras untuk dihormati, tidak harus gaduh untuk didengar, dan tidak harus menyerang untuk memiliki pengaruh.
Ketegasan yang dibangun melalui integritas justru melahirkan kewibawaan tersendiri.
Dan mungkin di situlah makna paling dalam dari julukan “Cobra” itu: pers yang tenang, tetapi tidak pernah lengah; santun, tetapi tetap tajam; serta setia menjaga marwah jurnalistik demi kepentingan masyarakat dan masa depan Kota Medan. *( penulis zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*













