Ketua Panitia PEKOMSI 2026, Rafiq Khalid Izzulhaq, menjelaskan bahwa lingkungan yang bersih akan berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
“Oleh karena itu, kami menggabungkan kedua isu tersebut agar masyarakat tidak hanya memperoleh edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan manfaat langsung melalui layanan kesehatan. Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat bahwa lingkungan yang bersih merupakan salah satu kunci hidup sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bentuk implementasi program kesehatan, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis (medical care) bagi warga serta sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi (sex education) bagi generasi muda setempat.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti senam pagi bersama, aktivitas kreatif dan edukatif untuk anak-anak yang dipandu relawan Tangan Edukasi Indonesia, hingga acara nonton bareng (nobar) yang digelar pada Minggu (31/5/2026) malam.
Rangkaian kegiatan PEKOMSI 2026 ditutup dengan pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026). Mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat mengikuti upacara dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan.
Warga Desa Gongsol menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam pembangunan desa.
Kehadiran mahasiswa melalui PEKOMSI 2026 tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga mempererat hubungan sosial, menumbuhkan kesadaran lingkungan, meningkatkan pemahaman kesehatan, serta memperkuat semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat desa.(rel)













