Namun diingatkan Masyhuril Khamis, Kementerian Haji dan Umrah jangan cepat berbangga hati, tapi juga harus membuka dan menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari berbagai pihak, guna penyempurnaan penyelenggaraan dan pelayanan haji pada tahun mendatang. Perhatian utama adalah peningkatan layanan di Puncak haji yakni pelayanan di Arafah, Mina dan Muzdalifah.
Ia tidak menyangkal bahwa pendidikan dan pelatihan ala militer secara komprehensif, turut andil membentuk performa layanan petugas haji yang lebih baik. Karena itu, standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas dapat dilanjutkan tahun depan, kata Masyhuril Khamis.
Faktor penguatan istithaah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan, pinta Masyhuril, jangan sampai terabaikan dan hendaknya tetap menjadi fokus utama pelayanan musim haji 2027 nanti. (re/kba)













