Hasrul Azwar, Sang Negarawan dari Sumut, Terima Medali Tertinggi Raja Maroko – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Hasrul Azwar, Sang Negarawan dari Sumut, Terima Medali Tertinggi Raja Maroko

×

Hasrul Azwar, Sang Negarawan dari Sumut, Terima Medali Tertinggi Raja Maroko

Sebarkan artikel ini

Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan Bahasa Arab, Hasrul mengaku terkejut sekaligus terharu menerima penghargaan tersebut.>

“Penghargaan ini sejatinya bukan untuk saya pribadi dan keluarga, tetapi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Kalimat itu mencerminkan karakter yang selama ini melekat pada dirinya: tidak menempatkan pencapaian sebagai kemenangan personal, melainkan sebagai kehormatan bagi negara.

Suasana resepsi berlangsung khidmat. Hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, anggota DPR RI Yasonna H. Laoly, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, para duta besar negara sahabat, serta sejumlah tokoh nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Hasrul juga menyampaikan ucapan selamat kepada Raja Mohammed VI seraya mendoakan kemakmuran bagi rakyat Maroko.

Ia mengaku selalu terkesan dengan penggalan akhir lagu kebangsaan Maroko yang berbunyi “God, Homeland and King”—Allah, Tanah Air, dan Raja—yang menurutnya menggambarkan kuatnya kecintaan rakyat Maroko kepada Sang Pencipta, tanah air, dan pemimpinnya.

Di tanah air, penghargaan tersebut dipandang sebagai pengakuan yang sangat layak.

Jejak itu juga terekam dalam pesan perpisahan keluarga besar KBRI Rabat ketika masa tugasnya berakhir. Bagi para staf diplomatik, Hasrul bukan sekadar kepala perwakilan negara, melainkan pemimpin, sahabat, sekaligus sosok yang membangun suasana kekeluargaan dalam menjalankan misi diplomasi Indonesia.

Penghargaan dari Kerajaan Maroko itu sekaligus menjadi penegasan bahwa kepemimpinan tidak berhenti di ruang politik.

Dalam diri Hasrul Azwar, politik telah menjelma menjadi diplomasi, dan diplomasi bermuara pada pengabdian.

Bagi Sumatera Utara, ia bukan sekadar politikus senior. Ia telah menjelma menjadi tokoh kharismatik yang berhasil membawa nama daerahnya melintasi batas-batas geografis, hingga mendapat penghormatan dari sebuah kerajaan di belahan utara Benua Afrika.

Di tengah zaman yang kerap mengukur keberhasilan dari popularitas sesaat, perjalanan Hasrul Azwar menghadirkan pelajaran berbeda: bahwa keteladanan, integritas, dan konsistensi pengabdian pada akhirnya akan menemukan pengakuannya sendiri, bahkan dari panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *