BANDA ACEH,Sinarsergai.com- Aktivis hak asasi manusia sekaligus Tim Investigasi,Bai Razali alias Nyakli Maop, kembali menyampaikan penekanan penting terkait keberangkatan massa ke Banda Aceh untuk mengikuti kegiatan zikir akbar(08/08/2026).
Selain mengimbau aspek keselamatan berkendara, ia secara khusus meminta agar para peserta zikir agar tidak mengibarkan atribut/bendera tertentu selama dalam perjalanan.
Nyakli Maop mengingatkan masyarakat yang ikut berzikir agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang, baik pada kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ia merujuk pada insiden sebelumnya ketika konvoi ratusan mobil menuju Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan korban banjir sempat mengalami kendala akibat pengibaran atribut serupa.
kepada masyarakat yang ikut berzikir agar tidak mengibarkan bendera bulan bintang baik di kendaraan roda dua maupun empat demi tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti yang telah terjadi di mana saat konvoi ratusan mobil menuju Aceh Tamiang untuk membawa bantuan kepada korban banjir,” tegas Nyakli Maop.
Peserta zikir diminta untuk tidak memasang atau mengibarkan bendera bulan bintang pada kendaraan (roda dua maupun roda empat).
” Belajar dari Pengalaman Mengambil pelajaran dari insiden konvoi pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir ke Aceh Tamiang sebelumnya, guna menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban umum.
“Memastikan perjalanan dan pelaksanaan ibadah zikir dapat berjalan dengan aman, lancar, damai, serta tanpa gangguan kamtibmas.
Zainal













