Lebih lanjut, Adlin mengingatkan para pelaku usaha, khususnya generasi muda, agar tidak takut memulai usaha.
Menurutnya, salah satu tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha pemula adalah kurangnya keberanian untuk mencoba dan memulai.
“Kalau namanya usaha atau dagang terlalu banyak diteorikan, pasti tidak jalan. Pada saat kita memulai dan mencoba, di situlah kita tahu apa yang kurang, apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus dilakukan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan kaderisasi ekonomi syariah tidak berhenti di tiga kecamatan, tetapi dapat terus dikembangkan hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa menumbuhkembangkan UMKM di Kabupaten Serdang Bedagai, tidak hanya di tiga kecamatan ini, tetapi bisa keliling di 17 kecamatan. Kalau bisa sampai 237 desa dan 6 kelurahan, sehingga pelaku-pelaku UMKM ini tumbuh subur di Kabupaten Serdang Bedagai,” harapnya.
Adlin menilai potensi UMKM di Sergai sangat besar. Karena itu, menurutnya, hal terpenting saat ini adalah membangun kemauan dan keyakinan masyarakat untuk mulai berusaha.
“Potensi kita sangat luar biasa. Hari ini potensi kita begitu hebat. Sekarang tinggal kemauan kita, tinggal keyakinan kita bagaimana kita bisa memulai dan bisa berbuat,” pungkasnya.
Buya Tamlih: Ekonomi Umat Harus Dibangun dengan Ilmu dan Akhlak
Usai sambutan Wakil Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan kaderisasi Ekonomi Syariah Generasi Muda yang dipimpin langsung oleh Management UMKM Syariah Sergai, Drs. H. M. Tamlih Nasution, S.E., atau yang akrab disapa Buya Tamlih.
Dalam kesempatan tersebut, Buya Tamlih memperkenalkan salah satu karyanya yang membahas pembangunan perekonomian umat dengan tajuk “Napak Tilas dan Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Perekonomian Umat.”
Di hadapan para peserta, khususnya generasi muda, Buya Tamlih menjelaskan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun perekonomian umat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan maupun pembangunan pasar.













