“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Alquran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam. (QS An Nisa ayat 140)
Adapun Rasulullah SAW telah menunjukkan tentang ciri-ciri orang munafik. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda:
أرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
“Ada empat perkara. Siapa yang empat perkara itu semuanya ada di dalam dirinya, maka orang itu adalah orang munafik yang murni. Siapa yang di dalam dirinya ada satu perkara dari empat perkara tersebut, maka orang itu juga memiliki satu macam perkara dari kemunafikan sampai ia meninggalkannya. Yaitu, jika dipercaya berkhianat, jika berbicara berdusta, jika berjanji tidak ditepati, dan jika bermusuhan dia berbuat licik (culas).” (HR Bukhari dan Muslim)
Raja.














