Persoalan fasilitas kamar mandi sekolah dan laboratorium menjadi beberapa hal yang mencuat.
Bobby merespons secara spontan. Ia meminta kepala sekolah secara berkala mengirimkan foto kondisi kamar mandi untuk ditindaklanjuti. Sementara Dinas Pendidikan diminta mendata kebutuhan laboratorium komputer dan sains agar pembenahannya dapat diprogramkan.
Di sinilah menariknya pendekatan yang diperlihatkan Bobby. Ruang dialog tidak berhenti pada mendengarkan keluhan, tetapi langsung diikuti instruksi kepada perangkat daerah terkait.
(*Gedung Heritage untuk Generasi Muda)*
Kejutan lain datang ketika Bobby mengumumkan bahwa gedung heritage Kantor Gubernur Sumut akan dibuka untuk aktivitas pengembangan kreativitas pelajar mulai tahun depan.
Gedung bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan pemerintahan itu akan difungsikan sebagai ruang berkumpul, belajar, berdiskusi, dan mengembangkan berbagai potensi.
Fasilitas yang disiapkan antara lain studio musik, studio podcast, ruang belajar dan diskusi, serta laboratorium komputer.
Keputusan tersebut memberikan pesan penting bahwa gedung pemerintahan tidak semata-mata menjadi tempat pejabat mengurus administrasi negara. Fasilitas publik juga dapat dimanfaatkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda.
Gagasan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan pendidikan tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas.
Alex Membuka Jalan, Bobby Memberi Dukungan
Keberhasilan menghadirkan suasana interaksi yang cair tersebut tentu tidak terlepas dari peran Alexander Sinulingga sebagai penggagas dan pelaksana program.
Alex tampaknya memahami bahwa pelajar membutuhkan lebih dari sekadar tambahan jam belajar dan kewajiban mengikuti kurikulum. Mereka juga membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, berekspresi, berkolaborasi, serta memperoleh pengakuan atas bakatnya.
Bahkan, Alex mengungkapkan rencana mengirimkan siswa berbakat di bidang desain fesyen ke Paris Fashion Week. Potensi di bidang teater, musik, dan bidang lainnya juga diharapkan semakin berkembang.














