Alamsyah SH Himbau Bupati Sergai Tidak Libatkan Ulama Dalam Berbagai Kegiatan – Sinarsergai
Blog

Alamsyah SH Himbau Bupati Sergai Tidak Libatkan Ulama Dalam Berbagai Kegiatan

×

Alamsyah SH Himbau Bupati Sergai Tidak Libatkan Ulama Dalam Berbagai Kegiatan

Sebarkan artikel ini
Teks foto : Pengacara Alamsyah SH memberikan keterangan di Polres Sergai, Kamis (24/2/2022)

Sergai,Sinarsergai.com – Pengacara Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara (Sumut) Alamsyah SH menghimbau kepada Bupati Kabupaten Sergai H. Darma Wijaya tidak melibatkan ulama dalam berbagai kegiatan apapun bentuknya kecuali dalam urusan agama, nanti ujungnya seperti ini dilema. Demikian statemen ini disampaikan Pengacara Alamsyah saat diwawancarai wartawan di Mapolres Sergai,Kamis (24/2/2022).

Himbauan Alamsyah tersebut juga telah beredar dalam video yang berdurasi 3.47 detik diakun facebook M. Yamin Nasution hari ini.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sergai Drs. Ridwan Yahya yang diminta tanggapan terkait himbauan Alamsyah SH tersebut diatas mengatakan, kita sangat menyayangkan seorang pengacara berucap demikian. Kemerdekaan NKRI yang kita cintai ini ada peran ulama di dalamnya. Begitu juga dalam memenangkan pasangan Dambaan (Darma Wijaya – Adlin Umar Yuari Tambunan ) menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sergai.

Kemudian sebut Mantan Dewan Pendidikan Alwasliyah Sergai ini, partisipasi para ulama dalam pelaksanaan pembangunan tentunya dibutuhkan. Konon lagi dalam visi Bupati dan Wabup Sergai ingin menjadikan Sergai Maju Terus (Mandiri,Sejahtera, Religius).Bagaimana dapat dengan mudah diwujudkan visi tersebut, apabila para ulama tidak dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan hanya dalam urusan agama saja.

Namun demikian, ucap Ridwan Yahya, itu kembali kepada Bupati dan Wakil Bupati Sergai yang menjalankan roda pemerintahan daerah ini.

Penjelasan yang berbeda disampaikan oleh Pengacara Alamsyah SH ketika dikonfirmasi soal himbauannya kepada Bupati Sergai agar tidak melibatkan para ulama dalam berbagai kegiatan kecuali urusan agama mengatakan “Boleh dilibatkan dalam pembangunan terkhusus bidang keagamaan, maksud dari statement saya seperti masalah Pansel (Panitia seleksi), dan ke depannya masalah- masalah lain yang diberikan SK (Surat Keputusan) khusus.

Karena mengantisipasi seperti hal yang terjadi dalam Pansel dinas pendidikan yang akhirnya dipelintir orang seolah-olah terjadi penghinaan terhadap ulama. Di Sergai ini tidak ada yang menghina ulama, karena mayoritas Sergai adalah muslim,…semua itu untuk menghindari agar tidak terjadi polemik jika ada masyarakat yang keberatan dan mengkritik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *