Sambut HBA Ke-62, Kejati Sumut Gelar Baksos Serentak di Empat Lokasi Berbeda – Sinarsergai
Blog

Sambut HBA Ke-62, Kejati Sumut Gelar Baksos Serentak di Empat Lokasi Berbeda

×

Sambut HBA Ke-62, Kejati Sumut Gelar Baksos Serentak di Empat Lokasi Berbeda

Sebarkan artikel ini

Medan, Sinarsergai.com -Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adyaksa yang ke-62 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) yang ke-22, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menggelar kegiatan bakti sosial secara serentak di empat tempat berbeda, Kamis (14/7/2022). 

Empat tempat berbeda tersebut adalah Pertama, Panti Asuhan Al-Marhamah Jalan Garuda 2 Medan dikunjungi langsung oleh Kajati Sumut Idianto, SH, MH, Ketua IAD Wilayah Sumut Ny. Asti Idianto, Ketua Panitia yang juga Aspidum Arip Zahrulyani, Asintel I Made Sudarmawan, Kabag TU Rahmad Isnaini, Kasi Penkum Yos A Tarigan, Kasi PPS (D) Olan Pasaribu serta Kasi lainnya. 

Kedua, Panti Asuhan SLB-C Karya Tulus Jalan Namorambe Dusun III Tuntungan II Pancur Batu dikunjungi Wakajati Sumut Edyward Kaban, SH, MH, Aswas RM Ari Prioagung, Koordinator Mirza, Kacabjari Pancurbatu M Husairi beserta tim. Ketiga, Masjid Nurul Iman Dusun V-A Desa Helvetia dikunjungi Aspidsus Anton Delianto, SH, MH, Koordinator Hendra Jaya Atmaja dan Octafiansyah. Tempat keempat, Gereja Pentakosta Perumnas Mandala dikunjungi Asbin Sufari, Koordinator Dr Eka Nugraha dan tim. 

Rombongan Kajati Sumut diterima Ketua Yayasan PA Al-Marhamah Syahrial dan pengurus lainnya beserta anak-anak panti asuhan.”Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan kepedulian Kejati Sumut memberikan bantuan dan dukungan dana untuk operasional panti asuhan. Semoga hubungan baik ini berkesinambungan,” kata Syahrial. 

Kajati Sumut Idianto, SH, MH dalam arahannya menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa dan HUT IAD, Kejati Sumut menggelar beberapa kegiatan seperti bakti sosial dan pekan olahraga. 

Saya berharap, pengurus Panti Asuhan benar-benar dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dalam mendidik anak-anak dari tidak bisa membaca Al-Quran menjadi bisa dan anak-anak ini adalah masa depan bangsa. “Semua orang susah mengetahui ada anak pengurus panti asuhan dan pesantren melakukan hal tidak terpuji kepada santriwati. Semoga di Panti Asuhan ini semua program pembelajaran dan pembinaannya berjalan sesuai harapan,”papar Kajati Sumut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *