Medan, Sinarsergai.com – Kajatisu Idianto,SH,MH menghadiri acara Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Forkopimda dan Bupati/Walikota se-Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (25/8/2022), sebagai mana dalam siaran persnya, Jumat (26/08/22).
Rapat yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, juga dihadiri Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB diwakili Kapok Sahli Brigjen TNI Immer H.P. Butarbutar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Doddy Zulverdi, Plt Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumut Heru Pudyo Nugroho, Sekdaprovsu Arief Sudarto Trinugroho, serta Bupati/Walikota, para Kajari, Kapolres dan Dandim Kabupaten/Kota se-Sumut, Kabag TU Rahmad Isnaini, SH, MH dan Kasi Penkum Yos A Tarigan, SH, MH.
Dalam paparannya, Kajati Sumut Idianto menyampaikan bahwa peran Kejaksaan dalam percepatan pembangunan sangat penting, terutama dalam mendorong percepatan penyerapan anggaran.
Tujuan percepatan penyerapan anggaran, antara lain untuk memperbaiki efektivitas program/kegiatan, menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, dan yang terpenting lagi adalah masyarakat lebih cepat menikmati hasil pembangunan. “Kalau pembangunan cepat dilaksanakan, maka masyarakat akan merasakan manfaatnya lebih cepat,” kata Idianto.
Fakta yang ada di lapangan saat ini, kata Idianto masih banyak oknum yang mencoba bermain-main dalam perencanaan, dan proyek pembangunan.
Pemerintah sudah memberikan kemudahan dalam banyak hal. Rendahnya penyerapan anggaran, faktor penyebabnya adalah dalam perencanaan yang lambat dan tidak melibatkan ahli. “Administrasi yang berbelit-belit, adanya pemotongan anggaran, minimnya sumber daya manusia atau tenaga ahli yang akuntabel, kurang memahami regulasi, pola penyerapan anggaran seringkali dilakukan terburu-buru diakhir periode yang mengakibatkan hasilnya tidak sesuai harapan,” papar Idianto yang juga mantan Kajati Bali.
Untuk percepatan penyerapan anggaran ini, lanjut Idianto, Kejaksaan memiliki bidang yang namanya Intelijen yang bisa dipergunakan untuk pengamanan pembangunan strategis nasional dan proyek prioritas di daerah.





