Sei Rampah, Sinarsergai.com – Jajaran Koramil-10/SR, Kodim DS bersama personil Polairud dan Bhabinkamtibmas serta perangkat Kecamatan Sei Bamban dan Sei Rampah langsung melakukan monitor terhadap kawasan yang terdampak banjir di beberapa desa yang di dua kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Selasa (13/12/22).



Sebagaimana diketahui penyebab banjir hingga mencapai ketinggian hampir satu meter tersebut dikarenakan sejumlah faktor.
Berdasarkan informasi yang diperoleh penyebab banjir di Kecamatan Sei Rampah, dikarenakan curah hujan yang tinggi serta kondisi air laut di Pantai Bedagai dalam keadaan pasang sehingga kiriman air dari hulu sungai Sei Rampah tertahan dan tidak dapat mengalir ke laut sehingga menggenangi rumah warga yang merupakan daerah dataran rendah dan berdekatan dengan sungai Sei Rampah.
Untuk kawasan Kecamatan Sei Bamban, disebabkan curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari ini yang mengakibatkan Sungai Martebing meluap karena itensitas air yang banyak dan mengakibatkan tanggul jebol sehingga airnya mengalir Kerumah warga yang berada di dataran rendah dan airnya juga menggenangi persawahan
Adanya beberapa desa yang terdampak, Pelda Amri personil Koramil-10/SR, Kodim DS bersama unsur pemerintahan melakukan pengecekan terhadap kondisi terkini.
Dari hasil monitoring, di Kecamatan Sei Rampah seperti dikawasan Desa Rampah (Mesjid Jami’) ketinggian air 45-75 CM, yang terdampak terhadap pemukimam warga yang dihuni 397 KK saat ini belum ada korban jiwa maupun mengungsi.
Untuk di Desa Pematang Ganjang ketinggian air setinggi 55 Cm dimana mengenangi pemukimam warga yang dihuni 145 KK di Dusun 1, 2, 5, dan 6.
Saat melakukan peninjauan di Desa Sei Rejo sebanyak 54 KK, yang berasal dari warga Dusun 5 harus diungsikan karena ketinggian air mencapai 1,4 Meter, pada kawasan ini terutama dari Dusun 1,2,3,4 dan 5 tercatat ada pemukiman warga yang dihuni 215 KK terendam oleh air.
Kemudian memasuki kawasan Desa Firdaus, ketinggian air mencapai 50 Cm yang terdampak di Dusun 9 dan 12 ada pemukimam warga yang dihuni 35 KK terdampak banjir.





