MALANG,Sinarsergai.com -“Bagaimana mungkin Kita mengaku tidak paham politik dan uang? Kita paham menggunakan senjata kan? Uang adalah ‘senjata’, politik adalah ‘mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menarik pelatuknya’” – ucap Kyai Khambali saat menghadiri acara Mujadalah Kyai Kampung di Malang Jatim yang menghadirkan para Capres.
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif akan digelar pada 14 Februari 2024. Para calon Presiden- Wapres dan Calon Legislatif, masyarakat sudah mengetahuinya melalui media sosialisasi. Saling tebar pesona dan pencitraan sudah berlangsung. Padahal jadwal Kampanye baru tanggal 28 Nopember 2023 dimulai. Pemaparan visi, misi, program dan strategi untuk membangun sudah disosialisasikan kepada khalayak masyarakat masing-masing di daerah.
Kini masyarakat tinggal menghitung hari saja untuk menjatuhkan pilihan pada figur pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang.
Pemilih rasional sangat diharapkan dalam ajang Pilpres kali ini. Biasanya para pemilih rasional akan memperhatikan beberapa hal penting di antaranya: mengetahui rekam jejak Para Capres da Cawapres, mengenal karakter calon pemimpin, mengenal visi misi dan program kerja, mengetahui situasi dan kondisi anrara ketimpangan Kota dan Desa, mengenal persoalan Kota dan Desa, dan apa yang sungguh dibutuhkan dan terbaik untuk Pedesaan masing-masing.
“Di atas kertas, saya sangat yakin semua program visi-misi para paslon tentu sudah disusun dengan baik dan bertujuan akhir untuk mensejahterakan masyarakat atau menciptakan bonum commune (kebaikan bersama) bagi masyarakat itu sendiri. Tinggal sekarang bagaimana masyarakat bisa memilih dengan baik dan tepat,” ujar Kyai Khambali Pengasuh Ponpes Wirausaha Ahlul Kirom, Sabtu (25/11/2023).
Jadilah Pemilih Rasional
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden merupakan suatu keputusan politik yang penting untuk kemajuan Bangsa 5 tahun mendatang. Oleh karena itu dalam memilih, para pemilih atau masyarakat das sollen (seharusnya) memilih berdasarkan nalar sehat. Memilih dengan nalar sehat artinya memilih dengan menggunakan prinsip-prinsip rasionalitas, logis, objektif, faktual, mandiri, bebas, jujur, taat hati nurani, adil, dan otonom dalam memilih.
Pemilih yang rasional tidak akan dipengaruhi dengan cara apapun, oleh kekuatan apapun, termasuk rayuan gombal uang atau money politic yang biasanya marak sekali menjelang Pilpres . Pemilih rasional harusnya menempatkan dirinya sebagai SUBJEK yang menentukan dan bukannya objek yang ditentukan. Subjek yang menentukan artinya, ia tidak bisa dipengaruhi dengan kekuatan uang ataupun kekuatan hegemonik lainnya yang intervensif-intimidatif. Pemilih yang rasional adalah SUBJEK yang menjaga kesucian diri, menjaga keutuhan diri, menjaga kemurnian pilihannya dalam memilih. Ia menghargai dirinya sendiri, tidak terpengaruh oleh godaan uang dari Paslon atau tim sukses Paslon yang memberikan sejumlah uang Ketus Kyai Khambali selaku Ketua Umum Gema Santri Nusa.
Pemilih rasional akan memilih pemimpin karena pikiran dan hati nuraninya sendiri, bukan karena diberi uang. Kalau memilih karena uang, maka ia sudah memenuhi dirinya sendiri. Ia pun tidak menghargai dirinya sendiri, karena menempatkan dirinya sebagai objek dan bukannya SUBJEK. Ia menempatkan dirinya bukan sebagai tuan dan raja melainkan hamba bahkan budak. Ini posisi di titik nadir yang memprihatinkan Ujar Kyai Khambali di sela2 Acara Mujadalah Kyai Kampung.





