UHC Bobby Masuk Fase Kedua: Faisal Hasrimy Perkuat Kapasitas dan Mutu – Sinarsergai
Daerah

UHC Bobby Masuk Fase Kedua: Faisal Hasrimy Perkuat Kapasitas dan Mutu

×

UHC Bobby Masuk Fase Kedua: Faisal Hasrimy Perkuat Kapasitas dan Mutu

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com – Keberhasilan sebuah kebijakan publik tidak berhenti pada keberanian meluncurkannya. Ujian sesungguhnya justru dimulai ketika kebijakan itu berjalan dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Program Universal Health Coverage (UHC) yang digagas Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kini berada pada fase tersebut.

Setelah akses dibuka seluas-luasnya, tantangan berikutnya adalah memastikan sistem tetap mampu melayani dengan bermutu dan berkelanjutan.

Dalam konteks inilah peran Kepala Dinas Kesehatan Sumut Dr. Muhammad Faisal Hasrimy menjadi kunci.

Sekretaris Dinas, Hamid Rijal, dalam temu pers di Kantor Gubsu di Medan, Kamis (29/1) memaparkan hal itu. Ini yang kedua kalinya Dinkes hadir konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut pada awal tahun iji.

Intinya Faisal Hasrimy tidak tampil dengan retorika besar, tetapi dengan pendekatan teknokratis yang membaca dampak UHC secara jujur.

Lonjakan jumlah pasien di sejumlah rumah sakit rujukan—dengan tingkat keterisian tempat tidur melampaui 80 persen—dipahami bukan sebagai masalah semata, melainkan konsekuensi logis dari kebijakan yang berhasil membuka akses kesehatan.

Sikap inilah yang menandai UHC Sumut memasuki fase kedua: fase penguatan kapasitas dan sumber daya manusia.

Penambahan ruang rawat inap, perluasan unit gawat darurat, penguatan ICU, hingga perekrutan dokter dan tenaga kesehatan bukan sekadar respons reaktif, melainkan upaya sistematis agar layanan tidak kolaps oleh beban sendiri.

Dukungan anggaran untuk kontrak dokter spesialis menunjukkan bahwa pemerintah daerah memahami UHC bukan kebijakan murah, tetapi investasi sosial jangka panjang.

Langkah lain yang patut dicatat adalah pengembangan layanan kesehatan regional. Dengan membagi beban layanan berdasarkan kawasan—pantai timur, dataran tinggi, kawasan pariwisata, dan penguatan layanan di Medan—pemerintah berusaha memutus ketergantungan berlebihan pada beberapa rumah sakit besar.

Regionalisasi ini adalah koreksi struktural terhadap pola rujukan yang selama ini terlalu sentralistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *