Medan, Sinarsergai.com – Di tengah tantangan kesehatan global yang semakin kompleks, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi.
Pesan inilah yang menjadi penekanan utama Rektor Institut Kesehatan Helvetia (IKH), Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si saat mewisuda 151 lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Farmasi Kesehatan periode II Tahun Akademik 2023–2024, Rabu (22/4).
Hadir dalam kesempatan tersebut Pembina Yayasan Helvetia Dr. dr. Razia Begum Suroyo, M.Kes, LLDIKTI Wilayah I Sumut, Ketua APTISI, Ketua ABP-PTSI yang juga Ketua BPH IKH Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, serta para undangan lainnya.
Dalam pidatonya di hadapan para wisudawan, orang tua, dan civitas akademika, Ismail Efendy menegaskan bahwa dunia kesehatan saat ini membutuhkan tenaga medis yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang tulus dalam melayani masyarakat.
“Dunia membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang tulus dalam melayani,” ujar Ismail dalam wisuda yang berlangsung di Selecta Convention Hall, Medan.
Menurutnya, pandemi global yang pernah melanda dunia telah menjadi pelajaran besar tentang pentingnya kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor, serta peran vital tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Selain itu, tantangan lain seperti perubahan iklim, meningkatnya penyakit tidak menular, krisis kesehatan mental, hingga ketimpangan akses layanan kesehatan menjadi persoalan serius yang harus dihadapi generasi baru tenaga medis.
Dalam konteks tersebut, lulusan bidang kesehatan tidak cukup hanya menjadi pelayan medis, tetapi juga harus tampil sebagai agen perubahan, edukator, sekaligus penjaga kesehatan masyarakat.
“Integritas, empati, dan profesionalisme harus menjadi nilai yang selalu Saudara pegang teguh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar menjadikan pembelajaran sebagai proses sepanjang hayat.













