Kotoran Ayam Berceceran di Jalan Umum, Masyarakat Teluk Mengkudu Resah Aroma Busuk Ganggu Pernafasan – Sinarsergai
Daerah

Kotoran Ayam Berceceran di Jalan Umum, Masyarakat Teluk Mengkudu Resah Aroma Busuk Ganggu Pernafasan

×

Kotoran Ayam Berceceran di Jalan Umum, Masyarakat Teluk Mengkudu Resah Aroma Busuk Ganggu Pernafasan

Sebarkan artikel ini

TELUK MENGKUDU,Sinarsergai.com – Masyarakat Desa Pekan Sialang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara, resah dengan aroma busuk berasal dari kotoran ayam ternak yang diangkut oleh mobil angkutan yang setiap hari melintas di jalan umum.

Keluhan itu diutarakan oleh UC (47), salah seorang pengurus Masjid Al-Israk di Desa Pekan Sialang., Kamis (30/4/2026).

Selain bau yang sangat mengganggu, masyarakat juga mengeluhkan adanya air bercampur kotoran yang menetes dan tercecer di jalan, sehingga menjadikan jalan umum tersebut kotor dan licin.

Ia menyebut bau yang ditinggalkan tidak mudah hilang dan terus mengganggu aktivitas masyarakat.

“Mobil angkutan itu membawa kotoran ayam ternak yang berlokasi di Desa Bogak Besar,Kecamatan Teluk Mengkudu. Mobil itu tiap hari melintas dengan cepat, sampai air dan kotorannya jatuh di jalan. Baunya tidak hilang-hilang, sangat menyengat,”

Keresahan masyarakat tidak berhenti di situ. UC juga menuturkan bahwa beberapa warga sempat berteriak meminta sopir menghentikan kendaraan.

Namun, teriakan tersebut tidak dihiraukan. Bahkan, emosi masyarakat nyaris memuncak. “Ada yang sampai berteriak ‘bauk, bauk’, bahkan hampir melempar mobil karena sudah tidak tahan dengan baunya. Sopir tetap melaju kencang seolah tidak peduli,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lain, EW (55), yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi.

Ia mengaku, jika kondisi ini terus berlanjut tanpa ada perubahan, warga berpotensi mengambil tindakan lebih tegas.

“Kalau terus begini, bisa saja nanti masyarakat memberhentikan mobil itu secara paksa. Kami sudah terlalu menderita dengan bau ini,” tegasnya.

Sementara itu, warga lainnya, HI (55), menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak melarang aktivitas pengangkutan kotoran ayam.

Namun, ia meminta agar dilakukan dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

“Kami tidak melarang mobil itu lewat, tapi jangan sampai menimbulkan bau menyengat dan kotoran jatuh di jalan. Sopir juga harus lebih hati-hati,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *