MEDAB, Sinarsergai.com – Ads suasana berbeda di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution tampak begitu lepas, ceria, dan akrab ketika berinteraksi dengan ratusan pelajar.
Tawa lepas Bobby beberapa kali pecah. Senyumnya mengembang. Ia tidak sekadar berdiri di panggung memberikan sambutan, tetapi turun langsung menyapa, berdiskusi, bercengkerama, dan melayani pertanyaan para pelajar.
Suasana itu terasa kontras dengan kesibukan pemerintahan yang belakangan menuntut perhatian serius seorang gubernur. Kali ini, ratusan anak muda justru berhasil menghadirkan suasana rileks dan penuh kegembiraan di lingkungan kantor pemerintahan.
Di balik suasana tersebut, ada gagasan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga melalui peluncuran program Teras Pelajar Sumut Berkah. Sebuah inisiatif yang tampaknya berhasil menghadirkan pendekatan pendidikan lebih terbuka, komunikatif, dan menyenangkan.
Program ini bukan sekadar seremoni mempertemukan pejabat dengan siswa. Teras Pelajar dirancang menjadi ruang kreativitas, ekspresi, pengembangan bakat, sekaligus tempat pelajar menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
*(Bukan Sekadar Panggung Seremonial)*
Bobby tampak menikmati interaksi bersama para pelajar. Ia bahkan mengajak mereka berpikir jauh ke depan tentang tantangan meningkatkan kapasitas diri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menariknya, gubernur tidak hanya menyampaikan pesan dan arahan. Ia justru mempersilakan para pelajar mengungkapkan apa yang mereka anggap kurang baik di sekolah masing-masing.
Kesempatan menyampaikan kritik secara terbuka itu membuat suasana dialog semakin hidup. Para pelajar tidak lagi sekadar menjadi pendengar, tetapi ditempatkan sebagai pihak yang pendapatnya diperhitungkan.
Bahkan, momen tersebut boleh jadi membuat sejumlah kepala sekolah dan tenaga pendidik yang hadir sedikit berdebar. Sebab, keluhan siswa disampaikan langsung di hadapan gubernur, tanpa harus melewati panjangnya jalur birokrasi.














