Kemenpar Apresiasi Festival Berlabuh  Ramah Disabilitas – Sinarsergai
Daerah

Kemenpar Apresiasi Festival Berlabuh  Ramah Disabilitas

×

Kemenpar Apresiasi Festival Berlabuh  Ramah Disabilitas

Sebarkan artikel ini

LUBUK PAKAM, Sinarsergai.com – Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang Tahun 2026 mendapat apresiasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia karena menerapkan prinsip inklusivitas melalui penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan menghadirkan ruang seni budaya yang terbuka bagi semua kalangan.

Apresiasi tersebut disampaikan perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Femmy Indriyani Dalimunthe, saat pembukaan Festival Berlabuh di Lapangan Tengku Raja Muda, Lubuk Pakam, Jumat malam (30/10/2026).

Menurut Femmy, keberhasilan festival yang berawal dari inisiatif kreatif para alumni Duta Wisata sejak 2023 hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 merupakan bukti potensi lokal Deli Serdang memiliki daya tarik dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mengapresiasi upaya penyelenggara dalam menghadirkan fasilitas ramah disabilitas serta menjaga keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan dekorasi sekali pakai.

Ia berharap keberhasilan Berlabuh di Deli Serdang dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh pihak, sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi leluhur dan mendorong inovasi dalam memajukan pariwisata daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa festival budaya harus menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang tidak hanya menampilkan seni dan tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif, membuka peluang kerja, serta memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

“Melalui semangat inklusivitas, pelestarian budaya, dan kolaborasi seluruh pihak, kami berharap Berlabuh di Deli Serdang dapat terus berkembang, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi leluhur dan mendorong inovasi dalam memajukan sektor pariwisata daerah,” ungkapnya.

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, yang membuka festival tersebut, menegaskan bahwa seni tidak boleh dibatasi oleh standar kecantikan, bentuk fisik, maupun ukuran tertentu. Setiap orang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *