Pertanian organik ini sudah diminati oleh masyarakat seiring ingin mewujudkan pola hidup sehat dengan menu pangan yang organik. Banyak petani yang selama ini masih menggunakan pupuk mengandung kimia. Namun secara bertahap petani suda mulai beralih ke tanaman padi organik, karena selain untungnya yang diraih sangat mengiurkan, pengelolaan tanamannya tidak begitu sulit. Baik juga untuk kesehatan. Keinginan petani membudidayakan tanaman padi organik ternyata mendapat sambutan hangat dan baik dari Pemerintah daerah ini. Petani organik didaerah ini diberikan bantuan hewan ternak Lembu dan lainnya untuk mendukung penyediaan pupuk dari kotoran hewan ternak.
Produksi Padi Stabil
Tanaman padi yang menggunakan pupuk organik sangat mudah pengolahannya dan tidak mudah diserang oleh hama. Nah, kata Ketua Kelompok Tani Subur Sarman, mulailah pengolahan dari lahan (tanah) sawah. Jadikan tekstur tanahnya gembur, bebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen dengan bahan organiknya dibuat tinggi. Untuk tahap awal dibutuhkan 1 hektar sebanyak 8 ton pupuk organik agar tanah lebih subur.
Untuk memudahkan dalam pengolahan tanah yang awalnya sudah berkemia, boleh dilakukan pengolahan dengan cara dibajak dan biarkan lahan itu dialiri air hingga terendam selama lebih kurang satu hari. Selanjutnya pindahkan benih padi yang sudah disemai dan ambillah benih padi yang akan ditanam dibawah usia 12 hari. Benih padi yang dipilih tentunya unggul. Namun setelah dilaksanakan penanaman padi dengan cara tersendiri, maka lakukanlah antisipasi tanaman sejak awal sehingga terhindar dari hama maupun penyakit.













