Pengangkatan Kepling II Diduga Sarat Kecurangan, Ombudsman Minta Wali Kota Evaluasi Camat Medan Polonia

By Administrator Agu 3, 2021

Medan,Sinarsergai.com- Pengangkatan Winda Sitepu sebagai Kepala Lingkungan II Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, diduga sarat dengan kecurangan dan transaksional. Menanggapi laporan yang disampaikan oleh warga, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar,Selasa (38/2021) secara tegas meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk segera memanggil Camat Medan Polonia Amran Rambe terkait pengangkatan Kepala Lingkungan tersebut.

Hal itu disampaikan Abyadi usai menerima laporan di kantor Jalan Sei Besitang, Kecamatan Medan Petisah.

Masih dalam laporan kata Abyadi, pengangkatan Kepling tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 serta Peraturan Walikota Medan Nomor 21 Tahun 2021 tentang pedoman pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan di Kota Medan.

Menurut Perda Nomor 9 Tahun 2017, pasal 14 ayat 2 bahwa, untuk dapat diangkat menjadi kepala lingkungan harus memenuhi syarat umum dan syarat administrasi.

Pada huruf e, diatur bahwa persyaratannya adalah penduduk lingkungan setempat yang terdaftar dan bertempat tinggal paling kurang dua tahun terakhir terhitung sebelum diterimanya berkas pencalonan kepala lingkungan oleh Lurah yang dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Hal ini kemudian ditegaskan dalam Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2021 tentang pedoman pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan di Kota Medan Pasal 6 ayat 2 huruf e.

Faktanya, Winta Sitepu bukan warga Lingkungan II. Seluruh warga Lingkungan II mengetahui kalau Winta adalah warga Lingkungan IX.Data itu diketahui dari salinan dokumen yang diserahkan ke Ombudsman, KTP atasnama Winta Sitepu baru terbit 27 Mei 2021.

“Ini jelas melanggar Peraturan Wali Kota dan Perda, sehingga tudingan adanya kecurangan, permainan, dan indikasi transaksional atas pengangkatan oknum Kepling oleh Camat Medan Polonia menjadi terkuak dan harus diusut.” kata Abyadi.

Pengangkatan tersebur sungguh tidak masuk akal, namun sangat disayangkan Camat Medan Polonia Amran Rambe berani melanggar Perda serta Perwal yang diteken oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution dan terkesan dipaksakan Winta Sitepu menjadi Kepling II.

“Saya kira Wali Kota Medan harus berhati-hati untuk memilih pembantunya. Karena itu sangat berbahaya bagi Walikota Medan. Dasar hukumnya jelas, tapi malah dilanggar.” Kita dari Ombudsman meminta Wali Kota Medan memanggil Camat Medan Polonia untuk melakukan klarifikasi, bila terbukti bersalah saya kira Camat ini harus dievaluasi,” tegas Abyadi sambil menyebut lporan warga ini sudah diterima Ombudsman dan akan ditindaklanjuti.

Sementara itu, Rahmad (40) salah satu warga Lingkungan II, Kelurahan Sari Rejo, mengatakan, mereka memprotes keras pengangkatan Winta Sitepu sebagai Kepling. Winta adalah warga Jalan Antariksa, Lingkungan IX, Kelurahan Sari Rejo. Winta juga diketahui sempat mencalonkan menjadi Kepling IX, namun tidak terpilih.

Akan tetapi, beberapa bulan lalu, namanya seorang diusulkan Lurah Sari Rejo Nurainun untuk menjadi Kepala Lingkungan II menggantikan Darusman yang meninggal dunia. Di lingkungan ini, ada sekitar 300 KK yang bermukim. Pada 6 Juni 2021, Winta diangkat oleh Camat sebagai Kepling II. Sejak itu, mereka pun menolak pengangkatan Winta. Ratusan tandatangan penolakan dikumpulkan.

Spanduk protes ditempel di banyak tempat. Mereka juga berdemo. Demo terakhir, mereka berjalan kaki sekira 10 km dari lingkungan mereka ke Kantor Camat Medan Polonia meminta pembatalan pengangkatan Winta. “Kami minta pengangkatan ini dibatalkan sebab melanggar Perda dan Perwal, dan Kepling yang diangkat adalah warga setempat,” kata Rahmad didampingi Nafis warga lainnya.

Warga berharap, Ombudsman RI perwakilan Sumut bisa menindaklanjuti laporan mereka soal dugaan kecurangan pengangkatan Kepling 2atasnama Winta Sitepu dan Wali Kota agar mengevaluasi Camat Medan Polonia Amran Rambe yang tidak becus. “Kami menduga ada permainan yang juga melibatkan oknum anggota DPRD Medan disini,” tandasnya. (rel/ mar)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *