Nah, jika melihat data karakteristik kelompok yang tertular Covid-19 varian Omicron adalah 93% tanpa komorbid atau penyakit penyerta dan 63% bergejala ringan.
Dalam hal pencegahan, Presiden benar-benar menekankan agar seluruh kepala daerah dan pihak terkait melaksanakan manajemen yang mendetail. Hal ini diperlukan agar daerah-daerah, terutama yang di luar Jawa, tidak gelagapan dan siap sedia jika pada waktunya sebaran Omicron tidak terhindarkan dan masuk ke area yang lebih luas.
”Jangan sampai ketika kasus konfirmasi Omicron muncul di daerah, Rumah Sakit (RS) belum siap, oksigen dan obat-obatan jumlahnya tidak memadai, dan lainnya. Namun perlu diingat, harus dibuat skala prioritas untuk penanganan kasus ini. Bagi pasien berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan bergejala ringan, agar diarahkan ke isoter atau cukup menjalani isoman. Perawatan intensif di RS diutamakan kepada individu dengan gejala sedang, berat, dan kritis,” jelas Bupati menirukan.
Masih arahan Presiden,ada dua poin penting yang wajib dijalankan sebagai langkah menghadapi gelombang Omicron. Langkah yang awal itu percepatan vaksinasi, terutama bagi lansia, dan selanjutnya langkah kedua, mendisiplinkan kembali protokol kesehatan terutama penggunaan masker. Saat ini Kabupaten Sergai sedang mengintensifkan, baik vaksinasi dosis pertama, kedua, vaksin booster, dan vaksin merdeka anak,” tandasnya.( R-03)





