Sergia,Sinarsergai.com – Menunaikan ibadah Solat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ternyata terasa nyaman dan khusuk. Selama Ramadhan kata H.Abdul Halim (68) warga Dusun I Desa Sei Rampah,Kecamatan Sei Rampah,Sergai, Rabu (20/4/2022) usai Solat Tarawih, ia mengaku baru pertama kali melaksanakan Solat Tarawih di Masjid Agung ini, selebihnya di Sei Rampah. Tapi ucapnya, melaksanakan solat di Masjid Agung ini terasa seperti menunaikan Solat di Masjidil Haram Kota Mekah,Arab Saudi.
Sungguh tak disangka Imam yang membacakan ayat-ayat Suci Alqur’an itu sangat enak didengar dan menyentuh hati. Terus terang saya mendengar suara Imam sangat Pasih membaca ayat-ayat Suci Alqur’an tadi ketika Solat Isya dan Tarawih. Enaknya tidak dapat terucapkan.Sebut Abdul Halim didampingi menantu Nadhran Syah Lubis.
Diungkapkannya, meski pun keberadaan Masjid Agung Kabupaten Sergai ini berdiri tidak di tengah-tengah pemukiman masyarakat, namun jamaah yang melaksanakan Solat Isya dan Tarawih malam ini terlihat sangat banyak hingga hampir penuh 4 Shaf, khususnya jamaah pria yang diperkirakan mencapai 200 orang. “Ini sungguh luar biasa. Konon lagi malam ini termasuk malam ke 18 Ramadhan dan hitungan ini sudah tergolong menjelang akhir Bulan Puasa, namun jamaah semakin ramai.

Kemudian kata Abdul Halim, kedatangan ASN dari berbagai tempat tinggal itu menunaikan ibadah Solat Isya dan Tarawih, selain menyahuti intruksi Bupati Sergai, mungkin tingkat kesadaran ASN dan masyarakat memang sudah cukup tinggi soal menunaikan ibadah. Tentunya saya bangga dan senang bisa langsung ketemu dengan Bupati Sergai H.Darma Wijaya usai solat Tarawih di Masjid Agung. Padahal, sebelumnya saya solat di Masjid di Sei Rmapah, jarang sekali bisa ketemu dengan pejabat eselon II,III dan IV. Tapi, ini bukan sekedar ketemu dengan pejabat eselon II, Bupati Sergai bisa tidak ada janjian bisa dijumpai sebagai bentuk tali silaturahmi.
“Intruksi Bupati Sergai mengharuskan ASN secara bergilir untuk menunaikan ibadah Solat Tarawih, menurutnya. itu suatu nilai plus dan positif juga sangat baik. Kebijakan itu harus didukung semua ASN dan masyarakat daerah ini. Sebab, selain menerima pahala berlipat ganda bagi yang melaksanakan solat, para jamaah bisa meningkatkan silaturahmi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Ungkap H.Abdul Halim sembari membawa cucunya turun tangga meninggal Masjid Agung menuju pulang.





