Senada dengan itu, Akbar Wahyudi menuturkan bahwa Iskandar tak cocok lagi jadi Kepling, karena tidak pernah mengakomodir permasalahan warganya, ditambah lagi anggota keluarga bersikap arogan dan berkesan sombong.
Kenang Akbar lagi, saat dirinya menegur anak lelaki si Kepling yang berkendaraan kencang, dijalan yang sempit bukannya minta maaf justru tidak terima.
Dan ketika disampaikan kepada Iskandar selaku orangtua sianak terkesan sepele dengan nada bahasa yang keluar seakan tidak mempedulikan. “Malah mengatakan anakku laga sama mu mau,” ucap Akbar sembari menirukan perkataan Kepling kepada dirinya.
Sementara itu, Uce yang merupakan warga Jalan Nuri 13, menyebutkan bahwa keluarganya si Kepling kerap membuang sampah dan kotoran binatang di depan parit rumahnya, sementara rumah Kepling paritnya ditutup olehnya bila diingatkan tidak terima.
Sementara itu, Lurah Kenangan Baru, Rizal menyatakan masih mendalami soal viral disitus online tersebut. kedepan kita akan memediasi antara Kepling dan warga yang tak lain masih bertetangga tersebut.
“Jadi kita damaikanlah, mungkin hanya kesalahpahaman dalam penyampaian,”ucap nya melalui sambungan telephone sembari menjelaskan bahwa Iskandar menjabat telah lima tahun menjadi Kepling.
Ia pun menuturkan selama ini, Iskandar orang rajin dalam menunaikan tugasnya.
Namun ketika disinggung adanya keluhan maupun protes dari warga dalam kepengurusan data kependudukan dengan meminta meminta uang. Dan keluhan warga lainnya mengenai perilaku si oknum kepling maupun keluarganya, menanggapi itu Lurah Kenangan Baru, Rizal pun mengatakan bahwa informasi ini juga segera kita telusuri.
Artinya, bila ada permasalahan dengan kepling bisa langsung ke kelurahan sehingga bisa diakomodir.
Sementara itu, Kepling 2, Kelurahan Kenangan Baru, Iskandar memaparkan bahwa kejadian viral di Medsos tersebut yang sebenarnya, bahwa saat kejadian ia baru pulang berbelanja dan hendak menuju ke rumah. Nah masuk gang, ada mobil parkir ditengah jalan, kemudian ia mengklakson beberapa kali.





