Menaruh Harapan Kepada Para Santri Pada Pemilu 2024 – Laman 2 – Sinarsergai
Blog

Menaruh Harapan Kepada Para Santri Pada Pemilu 2024

×

Menaruh Harapan Kepada Para Santri Pada Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini

Demikian setidaknya yang sampaikan Ketua Umum Gema Santri Nusa K.H. Akhmad Khambali,SE,MM, di sela seminar Peran Santri Menghadapi Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0′ di Kabupaten Seluma Propinsi Bengkulu, Senen, 6 Nopember 2023.

Bagi Kyai Khambali yang juga Pengasuh Ponpes Wirausaha Ahlul Kirom, santri ikut dalam politik itu penting karena memang perlu menyampaikan aspirasi politiknya bagi yang sudah berhak, baik dia memilih ataupun dipilih. Rusaknya sebuah negara bisa jadi karena orang baik yang tidak berkiprah untuk kebaikan negaranya.

Para santri yang ingin memilih ataupun dipilih dalam dunia politik membawa nilai moral yang baik dan azas pragmatis yang tetap di bawah idealisme. Kepentingan besar harus diutamakan demi bangsa, negara, masyarakat dan umat.

Oleh karena itu, para santri juga diminta mengikuti pemilihan ataupun kontestasi pemilu.

Jaga stabilitas

Tidaklah berlebihan jika santri diminta ikut berpartisipasi dalam pemilu. Para santri meski tidak berpolitik namun mereka tetap harus paham politik karena kelak akan berpartisipasi dalam memberikan suara pada pemilu.

Tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai sejak Juni lalu. Dengan beragamnya dinamika seputar tahun politik ini, perpecahan pun kerap terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan kondisi bermasyarakat, seluruh pihak harus aktif berperan termasuk para santri.

Santri diharapkan berperan untuk menjaga supaya perbedaan aspirasi politik itu tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Perbedaan aspirasi politik tersebut biasanya timbul dari fanatisme kelompok yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa orang lain dengan paham berbeda adalah salah.

Setidaknya itu yang sering disampaikan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat bertemu santri. Wapres menitipkan pesan, jangan sampai menganggap yang tidak seaspirasi itu musuh. Begitu juga dengan politik identitas supaya tidak menjadi isu politik yang memecah belah masyarakat.

Santri sesuai tugasnya mengawal negara ini supaya tetap aman, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terganggu, dan semua masyarakat tidak terjadi permusuhan. Semuanya tetap bersaudara, ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa) jangan sampai terkoyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *