Kalangan santri memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas pemilu. Perbedaan dukungan jangan dijadikan alasan untuk tidak saling bersatu. Santri sebagai kaum intelektual harus mengambil peran dalam menjaga kedamaian jalannya pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada 2024.
“Suka Tidak suka, Senang Tidak Senang, mau tidak mau Pilpres 2024 kita di hadapkan dengan 3 Pilihan Capres yang ada dan kita harus Berijtihad memilih yang terbaik dari yang baik, apalagi Para Kyai Kampung se Indonesia akan berkumpul di Malang tgl 17 – 19 Nopember 2023 dalam Rangka acara Mujadalah Kubro dan Silaturrahim Kyai Kampung se Indonesia dan 3 Capres akan Hadir di acara tersebut, sehingga kita akan berusaha memberi masukan yang konstruktif, agar Kyai Kampung dan Santri tidak hanya dikapitalisasi atau jadi Obyek saja menjelang Pilpres setelah masa Iddah atau lewat 40 Hari para Kyai Kampung dan Santri di lupakan, harapan kita betul betul Politik Keummatan adalah segala-galanya,” tutup Kyai Khambali yang juga Pengasuh Majlis Sholawat Ahlul Kirom. (ril/R-04)





