SERGAI,Sianrsergai.com- Ribuan pengunjung terlihat memadati objek wisata yang ada di Kecamatan Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu dan Tanjung Beringin,pada Rabu (1/1/2025). Pantai Sri Mersing merupakan salah satu objek wisata yang berlokasi di Desa Kuala Lama,Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai (Sergai), tampak mulai pukul 09.00 WIB- 15.30 WIB, diperkirakan jumlah pengunjung mencapai seribu orang lebih yang datang dari berbagai tempat tinggal dengan kendaraan roda dua, tiga dan empat juga enam silih berganti berliburan dan menikmati menu ikan laut.
Di tempat yang berbeda tampak keramaian itu di Pantai Merdeka yang merupakan objek wisata andalan di Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai. Selain Pantai Merdeka, ada dua objek wisata lagi yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Merdeka. Hasil pantauan di lapangan, semua objek wisata di Desa Bagan Kuala sangat ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah sehingga banyak pengunjung yang tidak memperoleh tempat parkir dan pondok.
“Pengunjung yang datang tahun baru 2025 ini tergolong paling ramai pengunjungnya. Ini sungguh luar biasa, temapt parkir saja terpaksa dialihkan di pinggir badan jalan agar pengunjung bisa masuk ke dalam objek wisata untuk menikmati keindahan dan menikmati menu yang tersedia.”
Tokoh Agama Sergai Drs.H.Tamlih Nasution,SE menilai, ini dampak dari jalan yang mulus dibangun oleh Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Bupati Sergai H.Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai H.Adlin Umar Yusri Tambunan. Kondisi jalan yang bagus itu menjadi daya tarik dan ditambah pelayanan di objek wisata yang baik. Makanan, pondok yang disediakan harganya tidak mahal dan tergolong sangat terjangkau dibandingkan di objek wisata yang ada di luar Kabupaten Serdang Bedagai.
Dihimbau kepada semua pengelola objek wisata di Sergai agar memperhatikan kenyamanan pengunjung, berikan pelayanan yang terbaik, jangan jual berbagai jenis makanan dan lauk pauk hasil tangkapan nelayan dengan harga yang sangat mahal, hal itu bisa membuat pengunjung menjadi kesal dan kecewa yang berdampak ke depan masyarakat tidak mau lagi berkunjung di objek wisata yang mahal. Ucap Tamlih Nasution yang akrab dipanggil Buya.













