Secara lebih luas, kondisi ini mencerminkan pergeseran pendekatan dalam pengelolaan hubungan industrial di daerah.
Relasi antara buruh dan pemerintah kini bergerak ke arah kemitraan. Kolaborasi menjadi kata kunci, sementara konflik ditekan melalui komunikasi yang intensif.
Bobby berharap kondisi kondusif ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Menurutnya, stabilitas hubungan industrial sangat menentukan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. “Ke depan, kita ingin ini terus kita jaga, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun iklim berusaha. Ujungnya tentu pada suasana ekonomi yang kondusif,” katanya.
Peringatan May Day tahun ini, dengan demikian, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi penanda bahwa hubungan antara pemerintah, buruh, dan dunia usaha di Sumatera Utara tengah berada pada jalur yang lebih konstruktif. Dan di balik itu, ada kerja koordinasi yang tidak selalu terlihat, tetapi terasa dampaknya—sebuah orkestrasi yang dijalankan melalui kepemimpinan dan fasilitasi yang solid. (*Zulfikar Tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*













