Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri Oleh Firdaus – Sinarsergai
Opini

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri Oleh Firdaus

×

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri Oleh Firdaus

Sebarkan artikel ini

Dugaan miring kerap menerpa jejak digitalnya. Namun, di bawah karpet koalisi, ia memegang semua kunci orkestrasi politik nasional.

Pintu gerbang rumah besar itu selalu riuh, tetapi segalanya tunduk pada satu ketukan dirigen. Ketika obrolan di kedai kopi mulai beralih pada desas-desus “geliat bayang-bayang sang mantan”, sebuah pertanyaan besar menyergap meja diskusi: “Mengapa harus Don Dasco menjadi Mendagri?”.

Seorang kawan lama, dengan dahi berkerut, buru-buru menyodorkan telepon genggamnya, meminta rekam jejak digital sang tokoh diperiksa ulang.

Tuduhan yang beredar di jagat maya memang riuh, mirip riak opini tanpa hulu. Di panggung politik, tudingan yang sumir acap kali menguap bagai embun pagi—seperti riuh rendah tuduhan Amien Rais kepada Tedy yang lelap ditelan waktu.

Namun, dalam hukum politik rimba Jakarta, desas-desus bukan sekadar isapan jempol. Rumor adalah bahasa sandi dari pergeseran lempeng kekuasaan.

Di balik dinding kokoh Partai Gerindra, pria bernama lengkap Sufmi Dasco Ahmad ini bukan sekadar Ketua Harian.

Di kalangan internal, ia adalah “Don” yang kerap di indikasikan tokoh yang mengendalikan mesin politik. Dan dikalangan aktivis Pers dan Intelejen Don juga dikenal dengan julukan Ketua Umum DPR.

Dari analisis sumber lingkaran dalam membisikkan satu skenario ekstrem: jika badai politik berembus dan Presiden Prabowo Subianto mangkat, Dasco adalah sosok paling logis yang bakal berdiri di palang pintu kekuasaan untuk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Artinya, untuk Wapres saja Don Dasco pantas, apalagi hanya Mendagri. Seandainya usia Prabowo melampaui pemilu 2029, Don Dasco pula yang mampu mengorkestrasi kemenangan Prabowo Gibran Jilid dua.

Sebagai parameter, kekuatan tersembunyi Don ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Gurita pengaruhnya menancap dalam di berbagai sektor sektor krusial:

Pertama, dari aspek hukum; Sebagai mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan alumnus Komisi III, ia karib dengan para petinggi aparat penegak hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *