“Karena itu kami ingin mengubah stigma tersebut dengan menghadirkan konsep Kampung Berkah, kampung bebas kumuh yang rapi, asri, dan harmonis,” kata Yetty.
Ia berharap karya mural yang dihasilkan peserta dapat memperkuat pesan tersebut sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat.
Penataan kawasan, lanjutnya, dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan berpotensi menjadikan Desa Percut sebagai destinasi wisata yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas P3AP2KB, dr Alfian Zunaidi Siregar, menekankan pentingnya pembangunan keluarga yang sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang berkualitas.
Ia mengajak masyarakat untuk memperhatikan pola asuh anak, pemenuhan gizi, serta menciptakan lingkungan dan rumah yang sehat.
“Lingkungan yang bersih harus didukung keluarga yang sehat. Ketika lingkungan tertata dan masyarakat kreatif, maka secara otomatis kondisi ekonomi masyarakat juga akan semakin baik,” pungkasnya.
(R-15)













