Keberhasilan menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat akan memperkuat keyakinan publik bahwa arah pembaruan yang diinginkan pemerintah memang dapat diwujudkan.
Sebaliknya, apabila penyelenggaraan berjalan tanpa pembeda yang berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya, pertanyaan publik sangat mungkin tidak berhenti pada aspek teknis penyelenggaraan, melainkan mengarah pada sejauh mana harapan yang telah disampaikan kepada masyarakat benar-benar terealisasi.
Karena itu, PRSU ke-50 memiliki makna yang melampaui sebuah perayaan ulang tahun emas. Ia menjadi panggung pembuktian bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada penyelenggara dapat dijawab dengan kerja, inovasi, dan kualitas pelaksanaan.
Di saat yang sama, hasil penyelenggaraan ini juga akan ikut membentuk persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menghadirkan program yang sesuai dengan ekspektasi yang telah dibangun.
Masih ada hari-hari penyelenggaraan yang akan menjadi penilaian publik. Jumlah pengunjung, kualitas pelayanan, antusiasme masyarakat, keterlibatan UMKM, hingga kesan yang dibawa pulang setiap pengunjung akan menjadi ukuran yang jauh lebih bermakna daripada seremoni pembukaan.
Di sanalah keberhasilan atau kekurangan PRSU akan menemukan penilaiannya sendiri.
Pembukaan telah dilakukan. Sorotan kini bergeser dari panggung seremoni menuju panggung pembuktian. Dan pada titik itulah Ferry Indra memegang peran penting: membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan Gubernur Bobby Nasution dapat diterjemahkan menjadi PRSU yang benar-benar meninggalkan jejak positif bagi masyarakat Sumatera Utara sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kepemimpinan pemerintah provinsi (*penulis zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers*)













