Serang – Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan Layanan Kesehatan Pemasyarakatan, jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang menghadiri Pertemuan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Skrining Tuberkulosis (TBC), HIV, dan Penyakit Menular Lainnya. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 8 hingga 9 Juli 2026, bertempat di Hotel Patra Anyer, Banten.
Acara yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ini dibuka secara resmi oleh Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Dr. dr. Adhayani Lubis, Sp.KJ., M.K.M. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antara instansi pemasyarakatan dan dinas kesehatan demi memastikan hak kesehatan bagi para petugas maupun warga binaan terpenuhi dengan optimal.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Lapas, Rutan, dan LPKA se-Wilayah Banten, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Banten untuk menyamakan persepsi dan menyusun rencana tindak lanjut pelaksanaan skrining.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program kesehatan nasional ini. Menurutnya, persiapan yang matang melalui koordinasi ini sangat krusial agar pelaksanaan cek kesehatan nantinya berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami di Rutan Kelas I Tangerang berkomitmen penuh untuk menyukseskan program Cek Kesehatan Gratis dan skrining penyakit menular ini. Kesehatan adalah faktor utama dalam proses pembinaan. Dengan deteksi dini melalui skrining TBC, HIV, dan penyakit menular lainnya, kita tidak hanya melindungi para tahanan dan narapidana, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh petugas pemasyarakatan,” ujar Irhamuddin.
Selama dua hari kegiatan, perwakilan dari Rutan Kelas I Tangerang bersama peserta lainnya dibekali materi mengenai kebijakan, strategi, dan mekanisme pelaksanaan CKG Tahun 2026 langsung dari Kementerian Kesehatan RI dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Selain itu, dilakukan juga diskusi kelompok untuk memetakan kebutuhan dukungan serta menyusun komitmen bersama tingkat wilayah terkait kunjungan persiapan pelaksanaan skrining.













