Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya! – Laman 2 – Sinarsergai
Hukum & Kriminal

Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya!

×

Aminullah Tantang Kejagung dan KPK Bongkar Gurita Korupsi Rp1.000 Triliun: Kejar Aktor Intelektual dan Jaringannya!

Sebarkan artikel ini

“Penyidikan tidak boleh berhenti pada satu nama. Bila bukti menunjukkan adanya jaringan, maka jaringan itu harus dibongkar. Bila ada korporasi yang terlibat, korporasi tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum,” ujarnya.

Menurut Aminullah, dugaan kejahatan dalam tata kelola batu bara tidak mungkin selalu berdiri sebagai perbuatan individual. Dalam praktiknya, kejahatan ekonomi skala besar berpotensi melibatkan hubungan antara pemilik modal, pengurus perusahaan, pejabat publik, perantara, hingga pihak-pihak yang memiliki akses terhadap kebijakan dan perizinan.

Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya mengejar pelaku yang menerima uang, tetapi juga menelusuri struktur yang memungkinkan kejahatan tersebut berlangsung.

“Praktik korupsi di sektor batu bara dapat berkaitan dengan pengaturan perizinan, distribusi, perdagangan komoditas, pengawasan, hingga penerimaan negara. Karena itu, penyidikan harus membongkar seluruh rantai peristiwa dan aliran uangnya,” kata Aminullah.

Aminullah menilai pendekatan follow the money menjadi instrumen penting dalam membongkar kejahatan ekonomi dan korupsi berskala besar. “Dalam perkara besar, jangan hanya bertanya siapa yang melakukan. Harus ditelusuri siapa yang mendapatkan keuntungan, ke mana uang mengalir, melalui perusahaan apa uang itu diputar, dan siapa yang memberikan perlindungan atau fasilitas,” ujar Aminullah.

Ia menambahkan, penegakan hukum harus berpegang pada prinsip equality before the law. Jabatan, kekuasaan, kekayaan, koneksi politik, maupun posisi dalam struktur bisnis tidak boleh menjadi alasan seseorang memperoleh perlakuan istimewa. “Jangan sampai ada ego sektoral. Yang harus menjadi prioritas adalah menyelamatkan uang negara dan membongkar jaringan kejahatan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Aminullah juga menyoroti laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai devisa ekspor batu bara pada semester I 2026 mencapai Rp268 triliun, sementara realisasi PNBP-nya mencapai Rp85,58 triliun. Menurutnya, capaian penerimaan tersebut tidak hanya dilihat dari angka bruto, tetapi juga diuji melalui pengawasan yang ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *