Sementara RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak memperoleh alokasi hibah Rp14 miliar . Anggaran tersebut diperuntukkan bagi penggantian dan pengadaan alat kesehatan yang mengalami kerusakan akibat banjir.
“Tujuan utama usulan ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.
Tak hanya rumah sakit, Kemenkes juga akan memetakan dukungan anggaran tambahan untuk penanganan, revitalisasi dan rehabilitasi sejumlah Puskesmas yang terdampak bencana.
Selain membawa usulan pemulihan fasilitas kesehatan, Al-Farlaky juga meminta dukungan pembangunan laboratorium kesehatan di Aceh Timur.
Usulan tersebut disetujui Wamenkes untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Al-Farlaky, kebutuhan laboratorium kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Timur, khususnya dalam mendukung pemeriksaan dan pelayanan medis.
Ia mengapresiasi perhatian Kementerian Kesehatan terhadap kebutuhan daerah, terutama setelah sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana.
“Besar harapan kami seluruh poin proposal usulan rekap yang telah kita serahkan dapat terealisasi sepenuhnya demi menjamin hak pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga,” ujarnya.
Al-Farlaky mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan bukan semata soal memperbaiki bangunan atau mengganti alat kesehatan yang rusak. Lebih dari itu, kata dia, pemulihan harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, layak dan berkualitas.













