Effendy Pohan, dari Sekdaprov ke Forum IMT-GT: Bawa Kepentingan Sumut di Panggung Internasional Bobby Nasution – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Effendy Pohan, dari Sekdaprov ke Forum IMT-GT: Bawa Kepentingan Sumut di Panggung Internasional Bobby Nasution

×

Effendy Pohan, dari Sekdaprov ke Forum IMT-GT: Bawa Kepentingan Sumut di Panggung Internasional Bobby Nasution

Sebarkan artikel ini

Cara pandang itu sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Bobby Nasution yang menempatkan kolaborasi sebagai salah satu pendekatan pembangunan. Dalam konteks IMT-GT, kolaborasi tersebut diperluas dari hubungan antarpemerintah menjadi peluang ekonomi, pariwisata, investasi, dan promosi daerah.

Sebelum berada pada jabatan fungsionalnya sekarang, Pohan menjalani fase penting dalam pemerintahan Bobby Nasution. Ia pernah dipercaya sebagai Pj Sekdaprov Sumut setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian Sekdaprov. Pada Juni 2025, setelah sekitar enam bulan menjalankan tugas sebagai Pj Sekdaprov, ia kembali ke jabatan definitifnya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Perubahan posisi itu tidak serta-merta memutus keterlibatannya dalam agenda pembangunan daerah.

Dalam sejumlah kesempatan ketika masih menjadi Pj Sekdaprov, Pohan juga tampil membawa pesan pemerintahan Bobby Nasution ke ruang publik. Ketika pemerintah provinsi memulangkan warga Sumut korban tindak pidana perdagangan orang dari Myanmar, misalnya, Pohan menyebut pemulangan tersebut sebagai perhatian khusus Gubernur Bobby Nasution dan mengoordinasikan proses pemulangan warga hingga kembali ke daerah asal.

Kini, di forum IMT-GT, pola kerja itu terlihat dalam bentuk berbeda.

Sebagai perencana utama, Pohan berada pada posisi yang memungkinkan agenda pembangunan daerah diterjemahkan ke dalam kerangka perencanaan dan kerja sama. Ia tidak tampil sebagai pengambil keputusan politik, tetapi sebagai birokrat yang menghubungkan kebutuhan daerah dengan peluang yang tersedia melalui forum kerja sama.

Karena itu, ketika Forum IMT-GT ke-32 dibicarakan, perhatian Pohan tidak semata-mata tertuju pada bagaimana acara berlangsung sukses. Yang lebih penting ialah bagaimana kehadiran ratusan delegasi, para menteri perekonomian tiga negara, pejabat senior, pimpinan asosiasi bisnis, dan pelaku usaha dapat memberikan nilai tambah bagi Sumatera Utara.

Hal tersebut pula yang menjelaskan mengapa pariwisata dan Geopark mendapat tempat dalam pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *