MEDAN, Sinarsergai.com – Ada kesinambungan menarik dalam perjalanan jabatan Terang Dewi Susanti Ujung. Pada 16 September 2026, ia masih tampil sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara menjelaskan secara teknis perkembangan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG). Dua hari kemudian, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melantiknya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut.
Jarak waktu yang hanya dua hari itu membuat perpindahan tersebut menarik dibaca bukan sekadar sebagai rotasi birokrasi. Ada pengalaman yang baru saja diperlihatkan Terang: memahami gagasan kebijakan, menerjemahkannya menjadi program, kemudian menjelaskan perkembangannya kepada publik dengan angka dan ukuran yang konkret.
Dalam temu pers 16 September, Terang memaparkan PUBG telah menyalurkan Rp49,533 miliar kepada 293 SMA, SMK dan SLB Negeri di 10 kabupaten/kota, dengan 104.426 siswa sebagai penerima manfaat. Ia juga menjelaskan tahapan pendampingan, pencairan dan pengawasan program.
Pengalaman tersebut tentu belum otomatis menjadi jaminan keberhasilan di bidang pariwisata. Namun, kemampuan menerjemahkan kebijakan menjadi kerja teknis merupakan modal yang relevan ketika seseorang berpindah ke organisasi perangkat daerah dengan agenda yang berbeda.
Kini tantangan Terang berada di sektor yang dimensinya jauh lebih luas. Pariwisata tidak hanya berbicara tentang jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja wisatawan, keterlibatan ekonomi lokal, kebudayaan dan perkembangan ekonomi kreatif.
Bobby sendiri saat melantiknya menekankan target pariwisata yang terukur. Ia tidak hanya meminta peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mempertanyakan berapa lama wisatawan tinggal dan bagaimana seluruh OPD mendukung sektor tersebut. Terang menyatakan akan menyusun rencana pembangunan dan target capaian terukur, terutama untuk program 2027.
*(Modal Besar)*
Modal agenda besarnya juga tersedia. Sumut telah mempertahankan status Green Card UNESCO untuk Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Bobby menegaskan capaian itu harus menghasilkan peningkatan kunjungan sekaligus manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.













