Gebyar Penutupan PKKMB IKH, Rektor dan Yayasan Turun Langsung Bersama Aldi Taher – Sinarsergai
Daerah

Gebyar Penutupan PKKMB IKH, Rektor dan Yayasan Turun Langsung Bersama Aldi Taher

×

Gebyar Penutupan PKKMB IKH, Rektor dan Yayasan Turun Langsung Bersama Aldi Taher

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com  — Suasana Kampus 2 Institut Kesehatan Helvetia (IKH) di kawasan Teladan, Medan, Kamis (24/9/2026), berubah semarak. Setelah dua hari menjalani rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan agenda yang cukup padat, sekitar 1.300 mahasiswa baru akhirnya mendapat kesempatan melepas penat dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Kemeriahan semakin terasa ketika Rektor IKH Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si., bersama Ketua Yayasan Helvetia, Manisha Iman, SKM, MKM, Ph.D., turun langsung bergembira bersama mahasiswa dan artis nasional Aldi Taher yang hadir memeriahkan acara penutupan.

Bukan lagi suasana formal seperti ketika mengikuti berbagai pembekalan, para mahasiswa baru dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Farmasi dan Kesehatan tampak menikmati momentum tersebut. Para dekan, pimpinan program studi, dosen dan civitas akademika lainnya juga hadir dalam suasana yang cair.

Kehadiran pimpinan yayasan dan rektor di tengah mahasiswa membuat jarak formalitas seolah mencair. Rektor dan Ketua Yayasan ikut menikmati kemeriahan bersama mahasiswa, sementara Aldi Taher menghidupkan suasana melalui penampilan hiburan yang membuat rangkaian PKKMB ditutup dengan kegembiraan.

Momen tersebut menjadi semacam jeda setelah mahasiswa baru selama dua hari mengikuti pengenalan lingkungan akademik, kehidupan kampus, organisasi, serta berbagai pembekalan lainnya.

Namun, sebelum suasana berubah menjadi panggung hiburan, rangkaian penutupan terlebih dahulu berlangsung secara resmi. Dalam arahannya, Ismail mengingatkan mahasiswa bahwa berakhirnya PKKMB justru menandai dimulainya perjalanan akademik yang sesungguhnya.

“PKKMB dua hari ini selesai. Tapi kuliah sesungguhnya baru dimulai,” ujar Ismail.

Ia menitipkan tiga pesan kepada mahasiswa baru. Pertama, menjaga adab di atas ilmu. Menurutnya, mahasiswa harus menghormati dosen, menyayangi kakak angkatan dan merangkul adik angkatan.

“Gelar bisa dicari, IPK bisa dikejar, tapi adab tidak bisa di-download,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *