Kedua, mahasiswa diminta tidak berhenti beraktivitas setelah PKKMB. Ia mendorong mahasiswa terlibat dalam BEM, UKM, kegiatan kajian maupun bisnis kampus.
“Kupu-kupu itu indah di sawah, tapi tidak indah di kampus,” ujarnya.
Pesan ketiga adalah mengingat perjuangan orang tua. Ismail meminta mahasiswa menjaga diri dari narkoba, pergaulan bebas dan kebiasaan bolos kuliah.
Setelah pesan itu disampaikan, suasana kembali cair. Rektor, Ketua Yayasan, jajaran pimpinan dan mahasiswa bersama-sama menikmati hiburan. Kehadiran Aldi Taher menjadi penutup yang membuat suasana PKKMB IKH 2026/2027 semakin meriah.
Di balik gebyar penutupan itu, terselip pesan bahwa kehidupan kampus bukan hanya tentang keseriusan akademik.
Ada ruang untuk membangun persaudaraan, kebersamaan dan kenangan yang kelak menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa IKH menuju gelar sarjana.













