Ketika Timur Tumanggor Berdiri sebagai Suara Bobby Nasution – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Ketika Timur Tumanggor Berdiri sebagai Suara Bobby Nasution

×

Ketika Timur Tumanggor Berdiri sebagai Suara Bobby Nasution

Sebarkan artikel ini

Dalam konteks pemerintahan, kemampuan menjadi representasi bukan perkara sederhana. Pesan yang dibawa harus tepat, tidak keluar dari garis kebijakan dan tetap dapat dipahami oleh publik.

Karena itu, penampilan Timur di Astaka bukan hanya soal sebuah sambutan seremonial. Ia memberi gambaran tentang bagaimana seorang Pj Sekdaprov menempatkan diri dalam mata rantai kepemimpinan pemerintahan.

Bukan panggung Timur, melainkan panggung Bobby.

Dan mungkin justru di situlah simpati publik terhadap sosok Timur dapat tumbuh secara alami. Bukan karena ia mempromosikan dirinya, tetapi karena ia menunjukkan bahwa sebuah amanah kadang justru terlihat kuat ketika orang yang menjalankannya bersedia berdiri sebagai penyampai pesan, bukan sebagai pemilik panggung.

Bagi pemerintahan Bobby Nasution, sikap seperti ini menjadi bagian penting dari komunikasi kepemimpinan: gubernur memiliki visi, sementara jajaran di bawahnya memastikan visi tersebut tetap terdengar, dipahami dan bergerak dalam kerja pemerintahan. ( Zulfikar Tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *