“Jangan kita kecil hati dengan data-data seperti itu. Yang paling penting adalah langkah-langkah menghadapi narkoba ini harus terus dilakukan, mulai dari hulunya, dari pencegahannya,” tegasnya.
Menurut Kapolri, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat. Upaya tersebut perlu berjalan seiring antara pencegahan, edukasi, pengawasan, dan penindakan terhadap jaringan peredaran gelap.
Dalam pengungkapan kasus ini, Kapolri juga menegaskan bahwa barang bukti yang disita bukan sekadar capaian penegakan hukum, melainkan bagian dari upaya melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya narkotika.
“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” katanya.
Pengungkapan 1,16 ton ketamin tersebut mempertegas pentingnya sinergi lintas instansi dalam menghadapi kejahatan narkotika yang memanfaatkan jalur laut. Bagi Sumatera Utara, kolaborasi yang melibatkan Polda Sumut dan jajaran terkait menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran narkoba, memperkuat pencegahan, serta menjaga masyarakat dari ancaman narkotika.(Mar)











