MEDAN,Sinarsergai.com –
Penanganan pasien semaksimal mungkin dalam kondisi apapun selalu diupayakan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan. Termasuk pada situasi darurat yang ditandai dengan kode sistem aktivasi “Code Blue”.
Menyadari pentingnya ketanggapan dalam menangani pasien Code Blue, Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan melaksanakan pelatihan Code Blue, Jumat (4/11/2022), di Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan dan diikuti karyawan rumah sakit, beserta tim “Code Blue” yang telah dibentuk.
Pelatihan code blue ini dihadiri pula oleh Plt. Kepala Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan, dr. Ausvin Geniusman Komaini, M.H.Kes, CPOD, serta Kepala Bagian Penunjang Medis Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan, dr. Syafril Armansyah,MKM.
Menangani pasien code blue butuh kecepatan, ketanggapan, dan ketelitian. Pasien dalam kondisi code blue membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin, contohnya pada kasus henti jantung. Maka agar penanganan dilakukan dengan cepat dan efisien, tim respon cepat pada rumah sakit perlu memahami prosedur penanganan pasien code blue.
Tim code blue umumnya terdiri dari 3-5 orang yang telah memahami dan mendapatkan pelatihan bantuan hidup dasar, seperti melakukan tindakan intervensi kompresi dada dan bantuan nafas untuk mengembalikan dan mempertahankan fungsi vital organ. Tim ini harus bertindak cepat, sebab tingkat harapan hidup pasien code blue semakin rendah seiring berjalannya waktu tanpa intervensi medis. Walau pasien code blue butuh penanganan dengan segera, jangan sampai terjadi gangguan di rumah sakit yang menghambat kegiatan penanganan pasien lain.
Oleh karena itu, penanganan pasien code blue tidak hanya bergantung pada tim, tetapi mereka yang bekerja di rumah sakit. Maka penting untuk melakukan pelatihan seperti apa situasi code blue agar karyawan maupun tenaga kesehatan memahami apa yang perlu dilakukan ketika datang pasien dengan kondisi tersebut tanpa menimbulkan kepanikan dan mencegah adanya gangguan pelayanan di bagian lainnya.





