Hari Ketujuh Ramadan, Sekretaris BKW Masjid Agung Medan Tetap Turun Langsung Pastikan Jamaah Terlayani – Sinarsergai
Daerah

Hari Ketujuh Ramadan, Sekretaris BKW Masjid Agung Medan Tetap Turun Langsung Pastikan Jamaah Terlayani

×

Hari Ketujuh Ramadan, Sekretaris BKW Masjid Agung Medan Tetap Turun Langsung Pastikan Jamaah Terlayani

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com — Hingga hari ketujuh Ramadan 1447 H, Rabu (25/2/26), suasana berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan kembali dipenuhi ratusan jamaah.

Di tengah kesibukan persiapan menjelang azan Maghrib, Sekretaris Badan Kenaziran dan Wakaf (BKW), H. Yuslin Siregar, tampak terus turun langsung membaur bersama para petugas untuk memastikan seluruh jamaah memperoleh makanan dan minuman berbuka.

Didampingi salah seorang donatur, H. Indra Utama, Yuslin terlihat aktif mengawasi distribusi paket berbuka. Ia tidak hanya berdiri memberi instruksi, tetapi ikut berjalan menyusuri barisan jamaah, memperhatikan secara detail agar tidak ada satu pun yang terlewat.

Ini juga merupakan amanah dari donatur di antaranya H. Musa Idishah (Dodi), H. Indra Utama, H.T. Soelaiman, H. Yuslin Siregar, H.T. Dzulmi Eldin, H. Suhardi SE (Aroma), Aldi Subartono, H. Chandra Lubis (ALS), dan Azis Balatif.

Bagi Badan Kenaziran, tugas ini bukan sekadar rutinitas kerja sosial tahunan. Lebih dari itu, pelayanan berbuka puasa dipandang sebagai amanah keagamaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Prinsip yang dipegang teguh adalah jangan sampai ada jamaah yang terabaikan, terlebih pada detik-detik menjelang waktu berbuka.

“Kami ingin memastikan semua yang datang ke rumah Allah ini merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Ini bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, tetapi bagian dari amanah untuk memuliakan orang yang berpuasa,” ujar Yuslin di sela-sela kegiatan.

Menjelang azan Maghrib, suasana khusyuk terasa ketika doa bersama dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung, Ustadz H.M. Syukur Siregar, M.Pd., Alhafidz, yang juga Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Alchoiriyah. Ia didampingi muazin H. Zulhendri Tampubolon.

Lantunan doa yang syahdu membuat jamaah larut dalam kekhusyukan, memohon keberkahan Ramadan dan kelancaran ibadah.
Kehadiran langsung jajaran kenaziran di lapangan menjadi pesan moral bahwa pengelolaan masjid tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menyentuh langsung pelayanan umat.

Komitmen inilah yang terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Masjid Agung Medan sebagai pusat ibadah dan kebersamaan di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *