Menjaga Binjai dari Bayang-Bayang Kejahatan Jalanan – Sinarsergai
Daerah

Menjaga Binjai dari Bayang-Bayang Kejahatan Jalanan

×

Menjaga Binjai dari Bayang-Bayang Kejahatan Jalanan

Sebarkan artikel ini

BINJAI,Sinarsergai.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Kepolisian Resor Binjai melalui berbagai langkah preemtif dan preventif, termasuk pembentukan Tim Khusus Anti Begal.Langkah ini diambil menyusul meningkatnya keresahan masyarakat terhadap aksi kriminalitas jalanan. Wakapolres Binjai, Kompol Sofyan Helmi Nasution, dalam materi Kamtibmas pada forum LK II Himpunan Mahasiswa Islam menekankan pentingnya pencegahan dini melalui edukasi, pengawasan lingkungan, dan keterlibatan masyarakat.

Meski demikian, persoalan keamanan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial masyarakat. Kriminalitas sering kali muncul akibat tekanan ekonomi, pengangguran, hingga lemahnya kontrol sosial di lingkungan sekitar.

Karena itu, menjaga keamanan kota tidak cukup hanya melalui penindakan hukum. Diperlukan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun lingkungan sosial yang sehat dan aman. Ketua Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Sadar Perubahan, Ega Irvanda, menilai bahwa upaya penegakan Kamtibmas harus tetap berlandaskan prinsip negara hukum dan perlindungan hak asasi manusia.

“Dalam perspektif hukum, keamanan masyarakat memang merupakan kewajiban negara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Namun pelaksanaan tindakan preemtif dan preventif tetap harus menjunjung asas legalitas, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak-hak sipil masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan kriminalitas tidak dapat hanya berfokus pada penindakan semata.“Negara tidak boleh hanya hadir dalam bentuk penangkapan dan operasi keamanan, tetapi juga harus hadir melalui kebijakan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebab dalam banyak kasus, kriminalitas lahir dari ketimpangan sosial dan lemahnya kesejahteraan,” kata Ega.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dan mahasiswa penting sebagai kontrol sosial sekaligus mitra kritis aparat dalam menciptakan keamanan yang demokratis dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *