ACEH TIMUR,Sinarsergai.com-Menindaklanjuti arah kebijakan Bupati Aceh Timur, Pemerintah Kabupaten menggelar dialog strategis melalui Focus Group Discussion (FGD) pengelolaan pertambangan rakyat berbasis prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Kegiatan ini mempertemukan tim peneliti akademik Universitas Syiah Kuala (USK) dengan jajaran teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Timur guna menyerap aspirasi sekaligus merumuskan solusi berkelanjutan di lapangan, Selasa (28/7/2026) Kantor Camat Ranto Peureulak, Aceh Timur
Tim Riset Kompeten Unggulan Unsyah
Kajian mendalam ini dilaksanakan oleh tim peneliti terstruktur yang diketuai oleh Mukhrijal, M.I.P, dengan komposisi anggota:
1. Dr. Effendi Hasan, MA
2. Helmi, M.I.P
3. Adinda Salsabila
Visi Akademik: Legalitas Tanpa Merugikan Ekonomi dan Negara
Dalam paparan akademisnya, Dr. Effendi Hasan, MA (Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unsyiah) menekankan urgensi pendekatan seimbang.
“Kami meramu solusi cerdas dan referensi kuat bagi kebijakan pemerintah. Tujuannya satu: Menciptakan peta jalan legalitas yang adil—tidak mematikan ekonomi rakyat, namun juga menjaga harta dan lingkungan negara dari kerugian.”
Aspirasi Masyarakat Ranto Peureulak: Ancaman Akumulasi Stok Minyak
Mewakili masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak, para tokoh dan pelaku usaha menyampaikan keprihatinan mendalam atas risiko nyata di lapangan:
“Minyak hasil produksi yang tidak dapat segera didistribusikan kini menumpuk di area penampungan sementara.”
Kondisi ini dikategorikan sebagai potensi bencana serius karena:
✅ Bahaya Lingkungan & Keselamatan: Risiko tinggi kebakaran meluas dan pencemaran tanah/air akibat tumpahan;
✅ Keterbatasan Infrastruktur: Kapasitas wadah penampungan tidak memadai untuk laju produksi;
✅ Kerawanan Sosial: Ketidakpastian distribusi memicu potensi konflik dan gangguan keamanan di wilayah operasi.
Permintaan Dua Jaminan Strategis
Untuk mengurai simpul masalah, warga meminta pemerintah melalui DLH dan instansi terkait memberikan kepastian berupa:













