Ketua DPRA Melayat ke Rumah Duka Ibunda Abon Yunus di Aceh Timur – Sinarsergai
AcehDaerah

Ketua DPRA Melayat ke Rumah Duka Ibunda Abon Yunus di Aceh Timur

×

Ketua DPRA Melayat ke Rumah Duka Ibunda Abon Yunus di Aceh Timur

Sebarkan artikel ini

ACEH TIMUR,Sinarsergai.com-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, atau yang akrab disapa Abang Samalanga, bersama jajaran dan ulama menghadiri majelis zikir hari ketujuh (senujuh) serta doa bersama di kediaman rumah duka almarhumah ibunda Tgk. Muhammad Yunus atau Abon Yunus.

‎Majelis zikir dan doa tersebut digelar untuk mengenang serta mendoakan almarhumah Ummi Rubiah binti Tgk. Arifin yang telah berpulang ke Rahmatullah, di Desa Seuneubok Baro, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

‎Kehadiran Abang Samalanga, Ketua DPRA yang didampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRA, Khudri, bersama jajaran dan ulama menjadi wujud kepedulian, penghormatan, sekaligus ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang sedang berduka. Suasana khidmat semakin terasa ketika zikir dan doa bersama dipanjatkan, memohon agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

‎”Abang Samalanga menyampaikan, kehadiran mereka merupakan bentuk bentuk penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Terlebih, kedatangan tersebut bertepatan dengan hari ketujuh wafatnya almarhumah ibunda Abon Yunus, yang diisi dengan doa bersama untuk memohon ampunan dan keberkahan bagi almarhumah.” tutur Abang Samalanga, Senin (24/8/2026).

‎Tgk. Muhammad Yunus, didampingi Panglima Sagoe Meh Ijoe Idi Cut, Tuan Sarkawi atau Tuan Tanah, serta Abon H. Tgk. Saiful Anwar (Abon Idi Cut), Pimpinan Pondok Pesantren Darussa’adah Idi Cut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh rombongan.

‎“Abon Yunus mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Ketua DPRA, Abon H. Tgk. Saiful Anwar, Pimpinan Pondok Pesantren Darussa’adah Idi Cut, Aceh Timur, beserta rekan-rekan dan seluruh rombongan yang telah meluangkan waktu untuk hadir serta mendoakan almarhumah ibunda kami,” ujar Tgk. Muhammad Yunus.

‎Hingga memasuki hari ketujuh, suasana duka di kediaman keluarga masih dipenuhi para pelayat. Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, Masyarakat, santri dayah, serta berbagai elemen masyarakat terus berdatangan, baik pada siang maupun malam hari, untuk menyampaikan belasungkawa dan mengirimkan doa bagi almarhumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *