MEDAN, Sinarsergai.com – Waktu tidak selalu berpihak kepada birokrasi. Ketika banjir dahsyat menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah pada akhir 2025, kerusakan yang ditinggalkan bukan sekadar catatan tentang tingginya curah hujan atau meluapnya air. Sungai-sungai yang menjadi urat kehidupan masyarakat ikut menyimpan persoalan baru: kerusakan yang harus segera ditangani sebelum ancaman berikutnya datang kembali.
*Kini, waktu menjadi pertaruhan*
Hanya tersisa sekitar 120 hari untuk memastikan pekerjaan penanganan sejumlah titik sungai terdampak bencana dapat dituntaskan. Di tengah tenggat yang sempit itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sedang menghadapi ujian yang sesungguhnya: bagaimana menerjemahkan komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
Sebab, dalam pemerintahan, sebuah komitmen tidak cukup berhenti pada rapat, instruksi, atau dokumen perencanaan. Komitmen baru memiliki arti ketika alat berat mulai bekerja, material tiba di lokasi, dan masyarakat melihat perubahan.
Di titik inilah Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumatera Utara, Gibson Panjaitan, mengambil posisi penting.
Hasil wawancara di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (26/8/2026), menunjukkan percepatan itu bukan sekadar jargon. Sejumlah pekerjaan penanganan lokasi bencana di Tapanuli Tengah yang menggunakan dana TKD telah memasuki tahap kontrak. Bahkan, menurut Gibson, rata-rata alat berat dan material telah berada di lokasi hanya dalam waktu sekitar dua hari setelah kontrak berjalan.
Bagi birokrasi yang sering mendapat stigma lamban, fakta itu sesungguhnya berbicara lebih keras daripada slogan.
Kontrak tidak dibiarkan menjadi dokumen yang menunggu. Ia segera diterjemahkan menjadi gerakan di lapangan.
Gibson menyadari bahwa sisa waktu tidak memberi ruang bagi pola kerja biasa-biasa saja. Karena itu, koordinasi dilakukan bersama konsultan, pelaksana, dan Pejabat Pembuat Komitmen. Semua pihak didorong untuk bekerja ekstra. Targetnya jelas: akhir bulan ini pekerjaan fisik di lapangan harus sudah bergerak penuh.













